Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus ledakan di SMAN 72 di Gedung Polda Metro Jaya. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA RAYA

Pelaku Ledakan SMAN 72 Dipindah ke Rumah Aman

Sabtu 29 Nov 2025, 11:31 WIB

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya memastikan remaja berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial F yang diduga sebagai pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta telah dipindahkan ke rumah aman.

Pemindahan ini dilakukan segera setelah yang bersangkutan dinyatakan keluar dari RS Polri dan dinilai tidak memerlukan perawatan medis lanjutan.

 " “ABH sudah keluar dari rumah sakit dan masih dilakukan penanganan psikis oleh dokter psikologis,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu, 29 November 2025.

Menurut Budi, penempatan pelaku di rumah aman merupakan hasil koordinasi lintas lembaga, melibatkan Dinas Sosial, KPAI, Bapas, UPT P3A, hingga Apsifor. Langkah ini diambil karena pelaku adalah anak di bawah umur sehingga proses hukum harus berjalan dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak.

Baca Juga: ABH SMAN 72 Beli Bahan Bom Rakitan Secara Online, Dalihnya untuk Ekskul

Budi menambahkan, pemindahan ke rumah aman juga dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari tekanan sosial yang bisa berdampak pada kondisi pelaku maupun keluarganya. Lalu setelah kondisi F dinyatakan stabil, penyidik akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, dan KPAI sebelum meminta keterangan kepada ABH tersebut.

“Kami memastikan semua prosedur penanganan ABH dijalankan. Koordinasi antarinstansi dilakukan agar anak ini mendapat pendampingan komprehensif,” jelas Budi.

Sementara itu, kata Budi, dua siswa yang menjadi korban ledakan masih mendapat perawatan intensif masing-masing di RS Yarsi dan RSCM. Kondisi keduanya disebut stabil, namun tetap memerlukan observasi lanjutan.

"Masih dua orang (korban) dirawat di rumah sakit.  Satu di Rumah Sakit  Yarsi, satu korban di  RSCM," ucap Budi.

Insiden ledakan di SMAN 72 terjadi pada awal pekan dan diduga berasal dari bahan peledak rakitan sederhana yang dibawa pelaku. Ledakan dengan skala low explosive tersebut menyebabkan beberapa siswa terluka dan memicu reaksi cepat kepolisian serta tim Gegana yang langsung mengamankan lokasi.

Tags:
rumah amanSMAN 72 Jakarta

Ali Mansur

Reporter

Fani Ferdiansyah

Editor