JAKARTA, POSKOT.CO.ID - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dilantik sebagai Ketua Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2025-2030. Pelantikan dilaksanakan pada Jumat, 27 November 2025, dari hasil Muktamar V IAEI di Jakarta.
Posisi Wakil Ketua Umum diisi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Brian Yuliarto.
Selain itu, jabatan Wakil Ketua juga diisi oleh Didin S. Damanhuri, Irfan Syauqi Beik dan Andi Faisal Bakti.
Baca Juga: Viral Pedagang Thrifting Minta Dilegalkan, Menkeu Purbaya Beri Jawaban Menohok
Dilengkapi dengan Ketua Harian adalah Muhammad Syakir Sula, dengan para wakilnya terdiri dari Munifah Syanwani, Agustianto, M.Sholeh Nurzaman dan Gugun Gumilar.
Sementara posisi Sekretaris Jenderal ditempati Sutan Emir Hidayat dan Bendahara Umum, Hery Gunadi.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengatakan, pelantikan tersebut, menjadi momen strategis bagi konsolidasi dan penguatan peran IAEI dalam mendukung agenda nasional ekonomi syariah di Indonesia.
“Ada tiga agenda penting yang saya titipkan untuk menjadi arah pergerakan IAEI ke depan. Pertama, melakukan transformasi fikih. Kedua, membumikan ekonomi melalui penguatan sektor riil. Terakhir, mengintegrasikan ilmu dengan adab,” kata Nasaruddin Umar dalam laman resmi IAEI, dikutip Sabtu 29 November 2025.
Indonesia saat ini menempati peringkat ke-3 Global Islamic Economy Indicator 2023 dengan aset keuangan syariah mencapai Rp9.529,21 triliun pada Q1 2025 dan pertumbuhan pembiayaan syariah yang melampaui perbankan konvensional.
Menurut Nasaruddin, kegiatan itu berupaya memperkuat kontribusi organisasi terhadap percepatan ekonomi syariah nasional.
Pemerintah melalui RPJMN 2025-2029 menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.
“IAEI siap berkolaborasi memperkuat riset, kebijakan, dan kapasitas SDM untuk mendorong posisi Indonesia sebagai kekuatan utama ekonomi syariah global,” tutur dia.