POSKOTA.CO.ID - WhatsApp kini menjadi aplikasi wajib yang hampir semua orang gunakan untuk berkomunikasi mulai dari ngobrol santai dengan teman, urusan kerja, sampai jualan online. Tapi sayangnya, di balik kemudahannya, aplikasi ini juga jadi target empuk bagi pelaku kejahatan digital.
Kasus akun WhatsApp disadap atau dibajak terus meningkat setiap tahun dan bisa menimbulkan kerugian besar, terutama finansial. Kabar baiknya, ada banyak langkah praktis yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keamanan akunmu tetap terlindungi.
Artikel ini akan membahas 10 cara efektif agar chat WhatsApp tidak disadap dan dibajak di tahun 2025, lengkap dengan tips praktis dan fitur keamanan terbaru dari WhatsApp.
1. Gunakan Aplikasi WhatsApp Resmi
Langkah paling mendasar tapi sangat penting: pastikan kamu memakai aplikasi WhatsApp versi resmi dari Google Play Store (Android) atau App Store (iOS).
Jangan tergiur aplikasi modifikasi seperti GB WhatsApp atau WhatsApp Plus yang menawarkan fitur tambahan. Aplikasi tidak resmi tersebut rentan disusupi malware dan bisa mencuri data pribadi.
Selain itu, rutin update aplikasi WhatsApp ke versi terbaru agar mendapat patch keamanan yang selalu diperbarui oleh pihak Meta.
2. Aktifkan Verifikasi Dua Faktor
Fitur Two-Step Verification adalah tameng utama dari upaya pembajakan. Dengan fitur ini, setiap kali ada upaya login ke akunmu, WhatsApp akan meminta PIN enam digit tambahan.
Cara mengaktifkannya gampang banget:
- Buka WhatsApp → klik ikon tiga titik di pojok kanan atas.
- Pilih Settings → Account → Two-Step Verification.
- Tekan Enable, masukkan PIN enam digit, dan tambahkan email pemulihan.
Email ini penting banget supaya kamu bisa mengatur ulang PIN kalau lupa di kemudian hari.
3. Kunci WhatsApp dengan Sidik Jari atau Wajah
Kalau HP kamu sudah mendukung sensor sidik jari atau face unlock, manfaatkan fitur Fingerprint Lock di WhatsApp.
Dengan begitu, tidak ada orang lain yang bisa membuka aplikasi WhatsApp tanpa izin kamu.
Langkahnya:
- Buka Settings → Privacy → Fingerprint Lock
- Aktifkan dan pilih waktu penguncian otomatis (bisa 1 menit, 30 menit, atau segera).
4. Gunakan Fitur “Pesan Sementara”
Pernahkah kamu khawatir chat lama bisa dibaca orang lain saat HP kamu dipinjam?
Nah, WhatsApp punya solusi: fitur Disappearing Messages.
Fitur ini memungkinkan pesan terhapus otomatis setelah jangka waktu tertentu — bisa 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.
Kamu bisa mengaktifkannya di setiap ruang chat agar percakapan tidak tersimpan permanen.
5. Manfaatkan Fitur Chat Lock
Kalau kamu punya percakapan pribadi atau rahasia, fitur Chat Lock wajib kamu aktifkan. Dengan fitur ini, kamu bisa mengunci percakapan tertentu menggunakan sidik jari atau face ID.
Menariknya, pesan dari chat yang dikunci tidak akan muncul di notifikasi, melainkan hanya ditampilkan sebagai “WhatsApp: 1 pesan baru”.
6. Jadi Admin Grup WA
Kalau kamu aktif di banyak grup WhatsApp, pastikan kamu berperan sebagai admin agar bisa mengatur keamanan grup tersebut.
Sebagai admin, kamu bisa:
- Mengatur siapa yang boleh bergabung ke grup.
- Membatasi siapa yang bisa mengubah nama atau deskripsi grup.
- Menghapus pesan yang tidak pantas.
- Mengeluarkan anggota yang mengganggu.
Dengan begitu, kamu bisa mencegah penyebaran link berbahaya atau pesan spam di dalam grup.
7. Waspadai dan Blokir Kontak Tak Dikenal
Jangan asal klik tautan atau membalas pesan dari nomor yang tidak dikenal — apalagi jika meminta data pribadi seperti kode OTP atau nomor rekening.
WhatsApp menyediakan fitur Report and Block.
Gunakan fitur ini untuk langsung memblokir kontak mencurigakan dan melaporkannya agar akun tersebut tidak menipu orang lain.
8. Hubungkan Perangkat Hanya ke Sumber Terpercaya
Kalau kamu sering menggunakan WhatsApp Web di laptop atau PC, pastikan kamu hanya login lewat situs resmi:
web.whatsapp.com
atau unduh aplikasi desktop langsung dari whatsapp.com/download.
Hindari membuka WhatsApp lewat link yang dikirim orang lain karena bisa saja itu situs palsu.
Untuk cek perangkat yang terhubung:
- Klik ikon tiga titik di aplikasi WhatsApp.
- Pilih Linked Devices (atau WhatsApp Web).
- Akan muncul daftar perangkat yang login.
- Pilih Log out from all devices jika ada aktivitas mencurigakan.
9. Nonaktifkan Akun Jika Diretas
Kalau kamu sudah terlanjur jadi korban dan akunmu diambil alih, segera nonaktifkan akun WhatsApp. Caranya: kirim email ke support@whatsapp.com dengan subjek
“Lost/stolen: please deactivate my account.”
Kamu punya waktu 30 hari untuk mengaktifkannya kembali sebelum akun dihapus permanen.
Baca Juga: Ketua PSSI Klaim Terima Masukan dari Ultras Garuda untuk Perbaikan Sepak Bola Indonesia
10. Selalu Logout dari WhatsApp Web
Sering kali, orang lupa logout dari WhatsApp Web, padahal ini bisa jadi celah berbahaya.
Misalnya, kamu pernah login di komputer kantor atau laptop teman jika lupa logout, orang lain bisa membaca semua pesanmu.
Solusinya:
- Klik ikon tiga titik di WhatsApp.
- Pilih Linked Devices.
- Lalu tekan Logout from all devices untuk keluar dari semua perangkat yang masih terhubung.
Keamanan WhatsApp itu sebenarnya bergantung pada kedisiplinan pengguna. Mulai dari hal kecil seperti tidak sembarangan klik link, sampai langkah besar seperti mengaktifkan verifikasi dua faktor dan Chat Lock.
Ingat, penyadapan dan pembajakan akun tidak pandang bulu — bisa terjadi pada siapa saja. Jadi, lebih baik mencegah daripada menyesal.
Dengan 10 cara di atas, kamu bisa menjaga akun WhatsApp tetap aman, privasi tetap terjaga, dan komunikasi tetap nyaman di tahun 2025 dan seterusnya.