Tampang Heryanto, Pelaku Pembunuhan Karyawan Alfamart Dina Oktaviani yang Ditemukan di Sungai Citarum (Sumber: Instagram/@info_karawang)

HIBURAN

Profil Heryanto: Pembunuh Tragis Karyawan Alfamart yang Mayatnya Mengambang di Sungai Citarum, Ini Motifnya

Jumat 10 Okt 2025, 09:01 WIB

POSKOTA.CO.ID - Kasus pembunuhan Dina Oktaviani, karyawan minimarket di Purwakarta, menjadi sorotan nasional setelah jasadnya ditemukan di Sungai Citarum, Karawang.

Pelaku, yang tak lain adalah atasannya sendiri, Heryanto, melakukan pembunuhan dengan motif ekonomi. Artikel ini mengulas kronologi lengkap, motif di balik kejahatan, profil korban, serta pelajaran moral dari kasus yang mengguncang publik ini.

Penemuan Jasad di Sungai Citarum yang Menggemparkan

Senin, 7 Oktober 2025, menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh warga Dusun Munjul, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Link Saldo DANA Gratis Rp135.000 Masuk ke Nomor HP Terdaftar di Dompet Elektronik, Ini Panduan Lengkap Klaimnya

Pagi itu, masyarakat dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad perempuan muda yang mengambang di aliran Sungai Citarum. Belakangan, pihak kepolisian mengidentifikasi korban tersebut sebagai Dina Oktaviani (21), seorang karyawan minimarket di Rest Area KM 75 Tol Cikampek–Padalarang.

Tragisnya, hari ditemukannya jasad Dina bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-21. Kabar ini dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram lokal @info_karawang, dan menimbulkan duka mendalam di tengah masyarakat.

Sebelum kejadian, keluarga Dina telah melaporkan kehilangan putri mereka ke pihak berwajib setelah beberapa hari tidak dapat dihubungi. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik, menandakan adanya tindak kriminal serius di balik kematiannya.

Fakta Terkuak: Pembunuh Adalah Atasan Sendiri

Dalam waktu singkat, Tim Taktis Sanggabuana Polres Karawang bergerak cepat mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Hasil penyelidikan mengarah pada satu nama: Heryanto (27), warga Purwakarta yang merupakan atasan korban di tempat kerja. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di minimarket tempatnya bekerja, tepatnya di Rest Area KM 72A, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa sejumlah barang bukti berhasil diamankan, di antaranya satu unit sepeda motor, satu mobil, serta dua telepon genggam milik pelaku dan korban.

Motif Ekonomi di Balik Aksi Sadis

Kasat Reskrim Polres Karawang, M. Nazal Fawwaz, mengungkapkan bahwa pelaku nekat melakukan pembunuhan karena terdesak masalah ekonomi.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa sebelum kejadian, Dina sempat bercerita kepada pelaku mengenai masalah pribadinya terutama soal hubungan asmaranya yang kandas. Dina bahkan meminta bantuan Heryanto mencarikan “orang pintar” untuk membantunya melupakan sang mantan.

Menanggapi curhat tersebut, Heryanto mengundang Dina ke rumahnya di Purwakarta pada 5 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WIB. Dina pun datang dengan niat baik, tanpa firasat buruk sedikit pun. Namun, setelah perbincangan cukup lama, niat jahat pelaku mulai muncul.

Pelaku kemudian memiting, menyekap, dan mencekik korban hingga tidak bernyawa. Tragisnya, setelah korban meninggal, Heryanto melakukan tindak pelecehan terhadap jasad korban.

Ia lalu membungkus tubuh Dina dengan kardus sebelum membuangnya ke aliran Sungai Citarum, dengan harapan jasad tersebut tidak ditemukan.

Kronologi Lengkap dari Keakraban Menuju Kejahatan

Hubungan antara pelaku dan korban awalnya dianggap wajar oleh rekan-rekan mereka di tempat kerja. Sebagai atasan sekaligus teman curhat, Heryanto tampak dipercaya oleh Dina. Namun, kepercayaan tersebut justru disalahgunakan.

Setelah membunuh korban, pelaku membawa kabur barang-barang milik Dina, termasuk perhiasan dan telepon genggam. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut dilakukan semata-mata karena desakan ekonomi. Lokasi kejadian yang berada di wilayah Purwakarta membuat kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polres Purwakarta untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Simulasi Cicilan iPhone 17 Air di iBox Indonesia

Sosok Dina Oktaviani

Bagi rekan kerja dan pelanggan minimarket, Dina dikenal sebagai sosok ceria, disiplin, dan ramah. Ia adalah karyawan teladan yang selalu bersemangat meski bekerja dalam sistem shift. Kehilangan Dina menjadi duka mendalam bagi banyak pihak.

Ironisnya, hari kematiannya bertepatan dengan momen ulang tahunnya. Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial, disertai doa agar keluarga diberi kekuatan dan pelaku dihukum seadil-adilnya. Banyak netizen juga menyerukan pentingnya kewaspadaan terhadap kekerasan berbasis relasi kepercayaan, baik di lingkungan kerja maupun pertemanan.

Kasus pembunuhan Dina Oktaviani memberikan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat. Pertama, bahwa kejahatan dapat datang dari orang terdekat bahkan dari mereka yang tampak dapat dipercaya. Kedua, pentingnya kesadaran keamanan pribadi, terutama bagi perempuan yang kerap menjadi sasaran kekerasan berbasis relasi sosial.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima ajakan bertemu, meski dari rekan kerja atau teman lama. Selain itu, penting bagi perusahaan dan pengelola tempat kerja untuk meningkatkan sistem pengawasan internal dan perlindungan karyawan, terutama yang bekerja dalam jam tidak menentu.

Kini, Heryanto telah resmi ditahan dan dijerat pasal berlapis, termasuk pasal pembunuhan berencana dan kekerasan seksual. Proses hukum tengah berjalan dan publik berharap agar hukuman dijatuhkan dengan seadil-adilnya.

Tags:
Heryanto pelaku pembunuhan Purwakartamotif ekonomi pembunuhankaryawan minimarket tewaspembunuhan Sungai CitarumKasus pembunuhan Dina Oktaviani

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor