Jerome Polin membongkar tawaran jadi buzzer kampanye 'Damai Indonesia' dengan bayaran Rp150 juta. Ia ungkap bukti chat dan desak transparansi dana publik yang diduga untuk pencitraan. (Sumber: Instagram/@jeromepolin)

HIBURAN

Viral! Jerome Polin Tolak Tawaran Buzzer, Dibayar Rp150 Juta untuk Kampanye 'Damai Indonesia'

Sabtu 30 Agu 2025, 14:47 WIB

POSKOTA.CO.ID - Di tengah gelombang unjuk rasa 'Bubarkan DPR' yang menyebar di berbagai wilayah, muncul tawaran menggiurkan yang berpotensi mengubah lanskap opini publik secara masif.

Tawaran tersebut bukan sekadar kerja sama promosi biasa, melainkan sebuah kampanye terselubung yang diiringi iming-iming bayaran fantastis.

Influencer ternama Jerome Polin menjadi salah satu yang menerima tawaran kontroversial ini. Melalui unggahan di akun media sosialnya, pemuda berprestasi di bidang matematika itu membongkar praktik mencurigakan di balik kampanye 'Damai Indonesia'.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa tawaran menjadi buzzer dengan bayaran Rp150 juta itu adalah upaya untuk mengaburkan tuntutan substantif dari demonstrasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga: 3 Film dengan Tema Perlawanan Terhadap Pemerintah Dzolim, Cocok Ditonton!

Kegerahan Jerome bukan tanpa bukti. Ia memperlihatkan screenshot percakapan yang ditujukan kepada agensinya, menampilkan detail kampanye yang dirancang sangat rapi, mulai dari platform, waktu unggah serentak, hingga nilai transaksi yang tak main-main.

Pembongkaran ini langsung memantik reaksi keras dari netizen, mempertanyakan asal-usul dana dan motif di balik kampanye besar-besaran tersebut.

Bukti Chat dan Iming-iming Fantastis

Jerome tidak main-main. Ia mengunggah bukti percakapan yang diterima tim manajemennya, Mantappucorp. Dalam chat tersebut, pihak penawar menyebutkan syarat dan ketentuan konten, termasuk penggunaan hashtag tertentu dan video jadi yang telah disiapkan.

"Halo kak, di sini kami ingin menawarkan paid promote, untuk satu video konten dari kami apakah berminat kak? PP (RTP) ajakan Damai Indonesia, Platform : IG Reels, Hari/Tanggal : 01 September 2025, Serentak Pukul 15.00 WIB, Free : Rp150 juta. Ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, Brimob, Ojol dan masyarakat," tulis salah satu cuplikan pesan yang dibagikan Jerome.

Kemarahan dan Keprihatinan

Bagi Jerome, tawaran itu bukan sekadar angka, melainkan cermin dari penyalahgunaan dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal lebih bermanfaat. Pemuda yang dikenal dengan prestasinya di bidang matematika itu menyatakan kemarahan dan kesedihannya.

"Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. Satu post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang Rp10 juta, sudah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan," tulisnya di unggahan Instagram, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ia menduga kuat bahwa dana tersebut berasal dari uang rakyat, mungkin pajak, sehingga menuntut transparansi penuh. "Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware," tegasnya.

Baca Juga: Siapa Anak dan Istri Eko Patrio? Ini Jejak Keluarga yang Diduga Tengah Berada di Tiongkok Saat Demo

Ajakan untuk Menolak dan Bersikap Kritis

Jerome Polin tolak tawaran buzzer Rp150 Juta. Ia bayangkan dana itu untuk sejahterakan guru dan ajak masyarakat kawal transparansi penggunaan uang rakyat. (Sumber: Istimewa)

Jerome juga mengimbau sesama influencer, artis, dan agency untuk menolak tawaran serupa. Ia meminta mereka tidak tergiur iming-iming bayaran tinggi yang justru bisa merugikan masyarakat.

"Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong," imbaunya.

Dukungan juga datang dari CEO Mantappucorp, Jehian Panangian Sijabat, yang membenarkan bahwa tawaran tersebut memang ditujukan kepada agensi mereka. Ia bahkan membagikan nomor telepon yang diduga menjadi sumber tawaran: +62383847940369.

Baca Juga: Profil Vestas: Perusahaan Energi Angin Global yang Jadi Tempat Kerja Salsa Erwina Hutagalung

Peringatan untuk Publik

Jerome mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah dan terus mengawal isu ini. Menurutnya, penggunaan dana publik untuk membentuk narasi yang menutupi masalah nyata adalah langkah yang ironis dan tidak dapat dibiarkan.

"Uang rakyat dipakai buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja, jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus," tegas Jerome.

Dengan keberaniannya membongkar praktik ini, Jerome Polin mengajak semua pihak untuk lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap penggunaan dana publik serta konten yang disebarkan di media sosial.

Tags:
Bubarkan DPRJerome Polinbuzzer

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor