POSKOTA.CO.ID - Pendukung Persija Jakarta, Jakmania harus bangga karena tim kesayangannya baru saja menaklukan Dewa United dengan skor akhir 3-1 di pekan keempat Super League 2025/2026.
Namun suasana kemenangan harus sedikit tertunda, pasalnya Jakarta dan sejumlah kota lain di Indonesia tengah diselimuti duka dan berbagai aksi demonstrasi.
Meski begitu, pemain dan pelatih Macan Kemayoran tetap mengirimkan doa serta harapan agar Tanah Air tetap aman dan tidak ada perpecahan.
Baca Juga: Mauricio Souza Bangga 4 Pemain Persija Dipanggil Timnas Indonesia: 'Itu Puncak Karier!'
Mauricio Souza Bandingkan dengan Brasil
Juru taktik Persija, Mauricio Souza setelah laga melawan Dewa United mengungkapkan terkait kondisi Indonesia saat ini.
Ia bahkan membandingkan dengan negaranya, Brasil yang disebut banyak masalah kriminal.
“Saya datang dari negara yang luar biasa, Brasil. Tetapi negara itu banyak masalah kriminal. Saya datang ke sini dan menemukan negara yang sangat baik,” kata Mauricio Souza.
Tak hanya itu, pelatih asal Brasil itu menilai Indonesia menerima dengan hati dan dirinya merasa aman baik di luar atau dalam ruangan tanpa takut adanya tindakan kriminal.
“Kami aman ketika berada di luar dan tidak perlu khawatir terkait tindakan kriminal di jalan. Kami harus tengan agar semuanya bisa selesai,” tutur Souza.
Suara Jordi Amat dan Rizky Ridho
Pemain bertahan Persija, Jordi Amat dan Rizky Ridho juga turut mendoakan agar Indonesia kembali cepat pulih dan kerusuhan yang terjadi tidak berlangsung panjang.
Jordi mengungkapkan harapannya untuk semua pihak tetap saling menghargai dan bersama-sama mencari jalan keluar.
Ia bahkan secara terbuka tak begitu nyaman dengan situasi saat ini.
Baca Juga: Persija Jakarta Taklukan Dewa United 3-1, Macan Kemayoran Duduki Puncak Klasemen Super League
“Saya tidak suka situasi ini, saya harapa semua orang baik-baik saja. Kondisi ini tidak bagus bagi semua orang dan saya harap kita akan mendapat solusi secepatnya,” ujar Jordi.
Sementara itu, sang kapten Rizky Ridho juga menyuarakan hal senada dengan Jordi Amat.
“Stay Safe Indonesia,” ujar Rizky Ridho.
Sebagai informasi aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025 hingga saat ini berujung ricuh.
Baca Juga: Suporter Kecewa, Ini Penjelasan Resmi Soal Laga Dewa United Vs Persija Jakarta Tanpa Penonton
Beberapa titik di Jakarta cukup menegangkan, sebab amukan massa tak bisa dibendung lagi. Sejumlah fasilitas umum rusak dan sejumlah kendaraan terbakar.
Pemicu demonstrasi ini ketidakpuasan terhadap kinerja DPR RI serta wafatnya driver ojol, Affan Kurniawan yang dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Hingga kini situasi masih belum kondusif dan wilayah Kwitang tetap menjadi area massa aksi berdemonstrasi.