KWITANG, POSKOTA.CO.ID – Insiden driver ojek online (ojol) tewas dilindas mobil rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025, malam memicu aksi protes besar dari ojol dan masyarakat.
Markas Komando (Mako) Korps Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, menjadi sasaran kemarahan massa.
Bentrokan berlangsung sejak Kamis malam pukul 21.00 WIB hingga Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh usai Pemakaman Affan Kurniawan
Situasi baru kondusif sekitar pukul 10.00 WIB setelah pihak Marinir, yang markasnya berdekatan dengan Mako Brimob Kwitang, menenangkan massa.
Pantauan Poskota di lokasi, fasilitas umum rusak parah. Separator busway hancur berserakan di jalan, CCTV dirusak, dan sebuah pos polisi di bawah flyover Senen dibakar.
Selain itu, enam mobil di sekitar Mako Brimob juga ikut terbakar.
“Sekitar 6-5 mobil, plat merah sih kebanyakan. Plat Brimob, mobil-mobil yang di depan tuh di parkir tadinya,” ujar Reja (27), driver ojol yang ditemui Poskota, Jumat, 29 Agustus 2025.
Reja menyebut pembakaran enam mobil itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.
Baca Juga: Imbas Demo, Layanan Transjakarta Situasional
“Itu tengah malem bang. Setengah dua,” ucapnya.
Ia juga mengatakan pihak Brimob mengamankan sejumlah massa.
“Sedangkan di sini korban udah banyak yang dijatuhkan bang. Tadi juga ada yang ketangkep, sekitar 4 orang apa 5 orang,” kata Reja.
Menurutnya, ketegangan baru mereda setelah Marinir turun tangan.
“Massa juga dateng terus. Sekarang aja ini ya mulai rada. Karena ada TNI juga kan. Kita juga ngucapin terima kasih sama Bapak TNI. Udah bisa kondusifin suasana ya,” tutur Reja. (cr-4)