JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Pramono Anung menargetkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta dapat menyetor dividen hingga 75 persen ke Pemprov Jakarta setiap tahunnya.
“Saya berharap di atas 75 persen lebih BUMD-nya bisa memberikan dividen seperti yang diharapkan oleh pemerintah Jakarta,” kata Gubernur Jakarta itu di Balai Kota, Jumat, 8 Agustus 2025.
Pramono menjelaskan, saat ini lebih dari separuh dari 14 BUMD milik Jakarta telah mencatatkan pembukuan keuangan yang sehat.
Baca Juga: Pemprov Jakarta dan Sulteng Jajaki Kerja Sama Terkait Pengelolaan ASN dan BUMD
“BUMD di Jakarta ini ada 14, separuh lebih sekarang ini dalam kondisi bukunya biru semua,” ujarnya.
Meski begitu, Pramono mengakui masih ada BUMD yang merugi akibat penugasan pemerintah yang berjalan selama bertahun-tahun.
“Memang ada beberapa BUMD besar yang karena penugasan. Dan kemarin kita rapat khusus tentang BUMD, maka penugasan-penugasan seperti ini mulai kita kurangi,” tegasnya.
Salah satu beban yang memengaruhi kerugian adalah pengelolaan aset yang membutuhkan biaya operasional besar.
“Yang problem adalah karena asetnya. Kalau dipegang oleh mereka menjadi negatif, kalau dipegang oleh Jakarta menjadi mereka bisa positif,” terang Pramono.
Baca Juga: Basri Baco Ungkap Alasan Dana Pokir DPRD Jakarta Ditunda hingga 2026
Oleh karena itu, ia berencana mengurangi beban pengelolaan aset yang dibebankan kepada BUMD.
“Yang seperti ini sedang kita atur supaya tidak ada kesalahan ataupun pembukuan yang salah,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI memiliki 14 BUMD, di antaranya:
- PT Transjakarta
- PT MRT Jakarta
- PT Jakarta Propertindo
- PT Food Station Tjipinang Jaya
- Bank Jakarta
- Perumda PAM Jaya
- Perumda Sarana Jaya
- Perumda Pasar Jaya
- Perumda Paljaya
- PT Jakarta Tourisindo
- PT Jamkrida Jakarta
- PT Pembangunan Jaya Ancol
- PT JIEP Pulogadung (cr-6)