POSKOTA.CO.ID - Setelah bertahun-tahun dibayangi larangan Hallyu (Han Hanryeong), akhirnya ada angin segar bagi penggemar K-pop di daratan Tiongkok, China.
Festival musik K-pop terbesar dan terlama di Korea Selatan, Dream Concert, dikabarkan akan digelar di China tahun ini, tepatnya di Stadion Olahraga Sanya, Provinsi Hainan, yang mampu menampung hingga 40.000 penonton.
Masalah China-Korea Selatan
Baca Juga: Indonesia Television Awards 2024, Malam Puncak dan Concert Celebration Penghargaan Bergengsi
Dikutip dari akun Instagram @panncafe, kabar ini menandai momen penting dalam hubungan budaya Korea-China yang sempat membeku sejak tahun 2016.
Ketika itu, China secara tidak resmi mulai menerapkan pembatasan terhadap konten Hallyu sebagai bentuk protes atas keputusan Korea Selatan mengizinkan militer AS menempatkan sistem pertahanan rudal THAAD.
Akibatnya, berbagai bentuk pertukaran budaya termasuk konser K-pop, penayangan drama Korea, dan film-film Korea dilarang masuk ke pasar Tiongkok secara resmi.
Namun kini, satu per satu grup idol Korea mulai kembali menyapa penggemar di China.
Baca Juga: Amazing Concert Berlangsung Meriah, 4 Musisi Papan Atas Ini Siap Cari Bakat Penyanyi Belia
Selain Dream Concert, grup EPEX juga telah mengumumkan akan menggelar konser tunggal di Fuzhou pada 31 Mei mendatang.
Ini merupakan konser tunggal pertama di China yang dilakukan oleh grup K-pop dengan semua anggota berkewarganegaraan Korea sejak 2016.
Padahal selama bertahun-tahun, hanya artis-artis berkewarganegaraan asing yang diizinkan tampil di acara hiburan televisi Tiongkok.
Kembalinya aktivitas konser K-pop di China ini seolah menjadi tanda bahwa pemerintah setempat mulai melonggarkan kebijakan pembatasan terhadap budaya Korea.
Baca Juga: Personel BTS, Jungkook Manggung di Acara '2023 Summer Concert Series'
Popularitas K-pop dan konten Korea tetap tinggi di kalangan masyarakat Tiongkok, terbukti dari maraknya aktivitas streaming ilegal drama dan musik Korea di berbagai platform online.
Upaya untuk memulihkan hubungan budaya antar kedua negara juga terlihat dari peluncuran ‘Asosiasi Perdamaian Korea-China K-pop’ di Seoul pada 23 April lalu.
Meskipun diinisiasi oleh organisasi masyarakat sipil, acara tersebut menunjukkan bahwa suara publik, baik dari Korea maupun China, mendukung pemulihan dan pembukaan kembali jalur pertukaran budaya secara resmi.