“Nah, ada beberapa pria dari aliran Hasidic yang melakukan pertunjukkan tarian ini. Jadi, bisa dikatakan bukan mereka yang pertama kali melakukan tarian ini,” lanjut dia.
Sementara, alunan musik ceria yang digunakan dalam tren ini berjudul Dansul Pinguinilor yang dirilis pada tahun 2029 lalu di YouTube oleh artis bernama Pinguinul Joe.
“Bahkan tarian ini sempat viral di berbagai negara pada 1958, termasuk di Arab Saudi akan tetapi memang sejarah varian ini ada berbagai versi. Ada yang mengatakan dari Finlandia,” kata dia.
Respons Netizen
Salah satu akun TikTok, Bob***, mengisyaratkan bahwa tarian ini tidak seharusnya menjadi tren karena dilakukan juga orang Yahudi.
“Apapun alasannya tarian ini dipergerakan oleh yahudi,” tulisnya dalam kolom komentar.
Kemudian, akun Rap** mengatakan bahwa suatu tarian bisa saja digunakan oleh umat agama Islam selagi tidak bertentang dengan ajaran kaum muslim
“Dalam Islam, meniru suatu budaya atau tarian dari agama lain bergantung pada niat dan makna dari tarian tersebut. Jika tarian tersebut murni merupakan ekspresi budaya dan tidak mengandung unsur ibadah, syrik, atau hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka hukumnya bisa menjadi mubah (boleh),” jelas dia.
Kendati demikian, tarian ini masih menuai kontroversi dan terdapat beberapa pandangan dari para netizen.
