POSKOTA.CO.ID - Simak dalam artikel ini hukum mengenai boleh tidaknya seseorang mengganti puasa Ramadhan atau qadha puasa Ramadhan barengan dengan puasa Syawal.
Lebaran tiba, setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh kini ummat Islam telah memasuki bulan Syawal.
Pada bulan Syawal, tepatnya tanggal 2 setelah Hari Raya Idul Fitri, sejumlah umat Islam biasanya melanjutkan menjalankan ibadah puasa Syawal.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya Hari Ini 28 Maret 2025
Puasa Syawal enam hari ini memiliki banyak keutamaan sehingga banyak umat Islam yang berlomba-lomba mengerjakannya.
Di antara keutamaan yang bisa didapat dari puasa Syawal, yakni mendapatkan pahala puasa setara dengan satu tahun penuh.
Keutamaan mengenai puasa Syawal pun sudah tertuang dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim.
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama seperti puasa selama setahun penuh". (HR Muslim).
Di sisi lain, seorang Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan diwajibkan untuk segera menggantinya.
Alhasil, tak sedikit umat Muslim yang bertanya apakah boleh qadha puasa Ramadhan berbarengan dengan puasa Syawal?
Baca Juga: Mengapa Puasa pada 1 Syawal Diharamkan? Begini Alasannya
Sebab, banyak di antara mereka yang ingin mengganti puasanya, namun juga tak mau ketinggalan mendapatkan sejumlah keutamaan puasa Syawal.
Lantas, bolehkah mengganti puasa Ramadhan barengan dengan puasa Syawal? Berikut penjelasannya untuk Anda.
Apakah Boleh Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Syawal?
Melansir dari situs MUI, Imam al-Syarqawi (w 1227 H) dalam karyanya Hasyiyah al-Syarqawi berpendapat:
“Bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nadzar atau puasa sunnah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Sebab substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Tetapi, dia tidak mendapatkan pahalanya dengan sempurna sesuai kriteria yang dituntut (oleh hadits). Bila ingin mendapat pahala puasa Syawal dengan sempurna, harus dilaksanakan dengan niat khusus puasa enam hari Syawal (tidak digabung dengan yang lain)…” Lihat Hasyiyah al-Syarqawi, juz 1, hlm 474).
Sementara itu, mengutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz), menggabungkan puasa Qadha Ramadhan dengan puasa Syawal boleh dilakukan.
Namun, pahala yang didapatkan tidak akan sempurna. Atau dengan kata lain, kamu hanya akan mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal saja.
Sementara itu, ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj mengungkapkan:
"Jika seseorang mengganti (qadha) puasa Ramadhan, nazar, atau lain sebagainya, pada bulan Syawal atau Asyura maka ia mendapatkan pahala keduanya."
Imam Zakaria al-Anshari yang merupakan golongan mazhab Syafi'i berpendapat bahwa seorang muslim yang meng-qadha Ramadhan di bulan Syawal maka mendapat dua pahala.
"Apabila seorang muslim atau muslimah yang meng-qadha’ puasa di bulan Syawal, maka dia sudah otomatis mendapatkan 2 pahala yaitu pahala qadha’ puasa (menyempurnakan Puasa Ramadhan) dan pahala Puasa Syawal."
Namun, demikian ada pula pendapat yang menyatakan bahwa menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal tidak dapat dilakukan.
Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan Abu Ayyub al Anshari dalam kitab Sahih Muslim, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan lalu menyempurnakannya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, maka dia seakan akan telah berpuasa selama satu tahun“.