POSKOTA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak orang tua yang bertanya-tanya kapan anak mereka wajib mulai berpuasa.
Dalam ceramahnya, Ustaz kondang asal Kota Bandung, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym menjelaskan bahwa anak-anak yang sudah mencapai usia baligh wajib menjalankan ibadah puasa, sebagaimana yang diwajibkan bagi umat Islam lainnya.
Aa Gym menyebutkan bahwa tanda-tanda baligh bagi anak laki-laki adalah mimpi basah, sementara bagi anak perempuan adalah ketika mulai mengalami haid. Jika tanda-tanda tersebut belum muncul, maka batas baligh ditentukan ketika seseorang mencapai usia 15 tahun.
Baca Juga: Tips Ampuh Puasa, Lakukan 7 Cara Ini agar Tidak Cepat Ngantuk Selama Ramadhan
Dalam ceramahnya, Aa Gym mengutip hadits Rasulullah ﷺ:
"Diangkat pena (tidak dicatat amalannya) dari tiga golongan: anak kecil hingga ia baligh, orang tidur hingga ia bangun, dan orang gila hingga ia sadar." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ahmad)
Dari hadits tersebut, Aa Gym menegaskan bahwa sebelum baligh, seorang anak belum memiliki kewajiban untuk berpuasa. Namun, ia menyarankan agar anak-anak tetap dilatih untuk berpuasa sejak dini agar mereka terbiasa dan tidak merasa berat ketika sudah diwajibkan.
Aa Gym juga mengingatkan orang tua untuk mendidik anak dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang. Jika anak masih kecil dan belum kuat berpuasa sehari penuh, bisa dilatih dengan puasa setengah hari atau dengan memberikan motivasi agar semangat menjalankan ibadah di bulan suci.
Baca Juga: 6 Tips Olahraga saat Puasa Ramadhan Menurut Ahli, Simak Penjelasan Ilmiahnya
Tips Agar Anak Semangat Berpuasa
Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya puasa, Aa Gym juga memberikan beberapa tips agar anak-anak lebih semangat dalam menjalankan ibadah puasa:
Memberikan Contoh yang Baik
Anak-anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika mereka melihat orang tua berpuasa dengan penuh semangat dan kegembiraan, mereka pun akan ikut termotivasi.
Baca Juga: dr Zaidul Akbar Berbagi Tips Jitu Mengatasi Perut Kembung Setelah Sahur Saat Puasa Ramadhan
Melatih Secara Bertahap
Untuk anak-anak yang baru belajar, bisa dimulai dengan puasa setengah hari, kemudian secara bertahap diperpanjang hingga mereka mampu berpuasa penuh.
Menyediakan Menu Sahur dan Berbuka yang Disukai
Sajikan makanan yang bernutrisi dan disukai anak saat sahur dan berbuka agar mereka merasa senang menjalankan puasa.
Memberikan Reward atau Penghargaan
Bentuk penghargaan bisa berupa pujian, hadiah kecil, atau kegiatan menyenangkan bersama keluarga sebagai apresiasi atas usaha mereka dalam menjalankan puasa.
Baca Juga: 6 Tips Olahraga saat Puasa Ramadhan Menurut Ahli, Simak Penjelasan Ilmiahnya
Mengajak Anak untuk Beraktivitas yang Menyenangkan
Alihkan perhatian anak dari rasa lapar dengan aktivitas positif seperti membaca buku, bermain ringan, atau beribadah bersama.
Mengenalkan Keutamaan Puasa
Beri tahu anak bahwa puasa adalah ibadah yang mendatangkan pahala besar dan dicintai oleh Allah SWT. Kisahkan juga cerita inspiratif tentang sahabat Nabi yang sudah berpuasa sejak kecil agar anak lebih termotivasi.
Menciptakan Suasana Ramadhan yang Menyenangkan
Hiasi rumah dengan nuansa Ramadhan, ajak anak membantu menyiapkan makanan berbuka, serta libatkan mereka dalam ibadah seperti shalat tarawih dan membaca Al-Qur'an.
Dengan pendekatan yang penuh kesabaran dan kasih sayang, orang tua bisa membantu anak-anak agar tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah puasa dan menjalaninya dengan sukacita.