Profil Fiersa Besari. (Sumber: Instagram/@fiersabesari)

HIBURAN

Profil Fiersa Besari, Musisi Galau yang Suka Naik Gunung!

Senin 03 Mar 2025, 16:11 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nama Fiersa Besari cukup dikenal oleh para penikmat lagu-lagunya sebagai musisi indie dengan lirik lagu galau yang puitis.

Bahkan Bung Fiersa sendiri acapkali menggunakan kata "galau" ini ketika manggung sebagai bentuk ekspresi manusia dalam menyikapi hidup.

"Manusia yang terbaik bukanlah yang tidak pernah merasakan kegalauan, manusia terbaik adalah yang pernah merasakan kegalauan dan melewatinya," kata Fiersa Besari pada suatu momen sedang manggung.

Lagu-lagu dari Fiersa Besari juga cukup menggambarkan tentang dirinya. Bagaimana seorang patah hati terus berjuang untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Baca Juga: Sal Priadi Khawatir dengan Kondisi Fiersa Besari atas Insiden Puncak Cartensz

Salah satunya kegiatan yang sering dilakukan oleh Bung Fiersa adalah mendaki. Yuk kenalan dengan Fiersa Besari, musisi indie yang ternyata juga suka sekali naik gunung!

Profil Fiersa Besari

Fiersa Besari, lahir di Bandung pada 3 Maret 1984, merupakan figur publik Indonesia yang dikenal luas atas kontribusinya di bidang musik, sastra, dan petualangan.

Dengan gaya penulisan yang puitis dan lugas, karya-karyanya berhasil menjangkau dan merefleksikan kehidupan generasi muda.

Latar Belakang Pendidikan dan Awal Mula Ketertarikan pada Sastra

Pendidikan formal Fiersa ditempuh di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung, dengan fokus studi pada Sastra Inggris.

Meskipun demikian, ketertarikannya terhadap sastra Indonesia mulai berkembang pada masa akhir perkuliahan. Pengalaman ini menjadi fondasi bagi gaya penulisan Fiersa yang kaya akan makna dan penggunaan metafora.

Baca Juga: Profil Fiersa Besari, Musisi yang Selamat dari Pendakian Maut Puncak Carstensz

Karier Musik: Dari Band Indie hingga Solois

Perjalanan musik Fiersa dimulai pada tahun 2009 sebagai vokalis sebuah band independen. Setelah band tersebut bubar, ia memutuskan untuk bersolo karier.

Album debutnya, "11:11" (2012), mendapat sambutan positif dari komunitas musik indie. Kesuksesan ini diikuti dengan perilisan mini album "Tempat Aku Pulang" (2013), yang semakin memantapkan posisinya di industri musik. Salah satu singelnya yang populer adalah "Waktu yang Salah".

Kontribusi di Dunia Sastra dan Literasi

Selain bermusik, Fiersa aktif berkarya di bidang sastra. Buku pertamanya, "Garis Waktu" (2016), berhasil meraih status best seller dan diikuti oleh karya-karya lain seperti "Konspirasi Alam Semesta" (2017), "Catatan Juang" (2017), "Arah Langkah" (2018), dan "Tapak Jejak" (2019).

Komitmennya terhadap literasi diwujudkan melalui pendirian Komunitas Pecandu Buku pada tahun 2015, bersama Aw Angesti, yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak muda.

Baca Juga: Sal Priadi Doakan Keselamatan Fiersa Besari Usai Pendakian Maut di Puncak Carstensz

Kehidupan Pribadi dan Aktivitas Lainnya

Fiersa menikah dengan Aqia Nurfadla pada 14 Juli 2019 dan dikaruniai seorang putri, Kinasih Menyusuri Bumi, pada 16 Februari 2021.

Di luar aktivitas seni dan literasi, Fiersa memiliki minat yang besar terhadap petualangan dan pendakian gunung, yang sering ia dokumentasikan melalui kanal YouTube pribadinya.

Ia juga aktif di media sosial, khususnya X (dahulu Twitter), di mana ia sering membagikan pemikiran dan pandangannya.

Pengaruh dan Inspirasi

Fiersa Besari dikenal tidak hanya karena karya-karyanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang hangat dan dekat dengan para penggemar.

Perjalanan hidupnya mencerminkan pentingnya konsistensi, keberanian, dan dedikasi dalam mengejar impian.

Tags:
Profil Fiersa Besarimusisi indieWaktu yang Salahpendaki gunungmusisiFiersa Besari

Muhammad Faiz Sultan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor