Potret Basuki Tjahaja Purnama yang mengungkapkan siap jika dipanggil menjadi saksi kasus korupsi Pertamina. (Sumber: X/@JhonSitorus_18)

Nasional

PDIP Dorong Ahok Jadi Saksi Kasus Korupsi Pertamina: ‘Pak Ahok Bersemangat jika Dipanggil’

Senin 03 Mar 2025, 00:04 WIB

POSKOTA.CO.ID - DPP PDIP mendorong agar tim penyidik dari Kejaksaan Agung memeriksa mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau akbra disapa Ahok sebagai saksi.

Juru bicara DPP PDIP, Chiko Hakim menyebutkan jika Ahok bisa menjadi saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi pertamina yang baru-baru ini terbongkar.

Menurutnya, Ahok bisa membongkar korupsi lainnya yang terjadi di Pertamina. Chico juga menyebutkan jika Ahok menyambut baik apabila Kejaksaan Agung memanggilnya untuk menjadi saksi.

“Pak Ahok bersemangat untuk hadir apabila memang ada panggilan dari Kejaksaan,” kata Chico.

Baca Juga: Tanggapi Reaksi Ahok Soal Kasus Korupsi Pertamina, Henri Subiakto: Komut Itu Kewenangannya Terbatas

Ahok Siap Bongkar Kasus Korupsi di Pertamina

Dalam sebuah wawancara, mantan komut Pertamina itu buka suara jika korupsi yang terjadi ada campur tangan pihak-pihak tertentu yang berkuasa.

Menurutnya, praktik culas yang merugikan ini tidak hanya melibatkan para tersangka tetapi oknum-oknum lain di lingkaran kekuasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki beragam catatan serta rekaman saat menjabat menjadi komut Pertamina dan siap membongkar praktik korupsi apabila dipanggil Kejaksaan untuk dimintai keterangan.

“Saya senang kalau dipanggil jadi saksi, saya punya rekaman dan catatan. Biarkan semua rakyat Indonesia mendengar apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Ahok.

Baca Juga: Soal Korupsi Pertamina, Hotman Paris Semprot Ahok Gaji Miliaran Harusnya Bisa Awasi Pelanggaran

Ahok juga menyebutkan jika korupsi di Pertamina ini dijalankan secara sistematis agar minyak dalam negeri tidak optimal dan terus bergantung pada impor.

Bahkan disebutkan ada satu pejabat Pertamina yang tidak setuju dengan skema tersebut, akhirnya dipecat.

“Ada direktur utama Pertamina Patra Niaga dipecat karena diduga tidak mau menandatangani pengadaan bahan aditif, ini sudah lama terjadi dan penguasa tidak mau menghentikan,” kata Ahok.

Selain itu, Ahok juga menyoroti bahwa setiap instansi sengaja melakukan pola ‘buying time’ agar proyek strategis tertunda untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga: Hotman Paris Sebut Ahok Juga Bersalah dalam Kasus Korupsi Pertamina: Itu Kegagalan Komisaris Utama

Ia memberikan contoh kebijakan e-katalog yang seharunya mempermudah untuk pengadaan, tetapi diperlambat.

“Dari dulu saya sudah dorong e-katalog di LKPP untuk tranparansi pengadaan. Direksi ini ngeyel, sengaja buying time. Kenapa harus selalu tender tiap tiga bulan untuk barang yang kebutuhannya jelas. Ini permainan lama dan enggak ada yang mau stop,” ujarnya.

Kemudian keterangan yang paling mengejutkan ialah adanya keuntungan kepada pihak-pihak tertentu dari minya per barel.

Ia menyebutkan jika pihak yang berkuasa mendapat 1,6 juta dolar dari sini, sehingga sistem seperti ini tetap dipertahankan.

Baca Juga: Jejak Digital Andre Rosiade Jadi Sorotan, Pernah Minta Ahok Copot Jabatan dari Komut Pertamina

Lalu, Ahok juga mengungkap peristiwa kebakaran tangki minyak, disebakan dibakar untuk menghilangkan barang bukti.

“Coba perhatikan tangki yang terbakar itu yang paling luar, di situ tempat minyak akan dikirim ke kapal. Sya menduga ada upaya penghilangan barang bukti, sebab ada laporan pencurian minyak dan tangki diisi air laut,” jelasnya.

Dari berbagai keterangan yang ia ungkapkan dalam sebuah wawancara tersebut, Ahok mengaku memegang banyak catatan saat ia menjabat komut dan mengetahui oknum-oknum yang dicurigai terlibat dalam korupsi Pertamina.

Tags:
PertaminaKejaksaan AgungBasuki Tjahaja PurnamaPDIPAhokkorupsi Pertamina

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor