Ilustrasi. Beberapa kuliner khas dari berbagai negara di dunia yang memiliki kissah sejarah unik. (Sumber: Freepik)

KHAZANAH

Miliki Kisah Sejarah Unik, Inilah Kuliner Khas Ramadhan di Berbagai Negara

Senin 03 Mar 2025, 09:52 WIB

POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan tidak luput dari kuliner khas yang kerap muncul kembali setiap tahunnya di momentum ini.

Misalnya di Indonesia, ada beberapa menu takjil yang biasanya akan muncul setiap tahunnya pada bulan Ramadhan.

Meskipun di antaranya masih banyak ditemui pada hari-hari biasa.

Rupanya tidak hanya Indonesia, beberapa negara di dunia juga memiliki kuliner khas Ramadhan, seperti berikut ini.

Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Berolahraga Saat Puasa Ramadhan, Jangan Sampai Salah

Kuliner Khas Ramadhan di Berbagai Negara

1. Indonesia

Kuliner Khas: Kolak, Es Kelapa Muda, Gorengan

Di Indonesia, takjl merupakan hidangan ringan yang disajikan saat berbuka puasa.

Kuliner ini merupakan bagian integral dari tradisi Ramadhan. Kolak, yang terbuat dari pisang, ubi, dan santan, adalah salah satu hidangan yang paling digemari.

Selain itu, minuman seperti es kelapa muda dan gorengan seperti bakwan juga sangat populer.

Sejarah dan Tradisi:

Kolak memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi kuliner Indonesia dan diyakini berasal dari kebudayaan Jawa.

Makanan manis dengan rasa gurih dari santan ini sudah ada sejak masa kerajaan Majapahit dan sering kali digunakan dalam berbagai upacara keagamaan.

Penelitian tentang kolak menunjukkan bahwa bahan-bahan seperti pisang dan ubi kaya akan serat dan kalium, yang baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung.

Baca Juga: Besok Puasa Pertama Ramadhan 2025, Ini Niat Bacaan Puasa Menurut Mazhab Syafi'i

Namun, konsumsi kolak yang tinggi gula harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kadar gula darah, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan diabetes.

2. Mesir

Kuliner Khas: Koshari, Qamar al-Din (Minuman Aprikot)

Di Mesir, salah satu makanan yang populer saat berbuka puasa adalah Koshari, yaitu campuran nasi, lentil, pasta, dan bawang goreng, disajikan dengan saus tomat pedas.

Selain itu, Qamar al-Din, minuman dari aprikot yang telah dikeringkan, juga sangat terkenal.

Sejarah dan Tradisi:

Koshari berasal dari pengaruh kuliner India dan Timur Tengah.

Makanan ini menjadi sangat populer di Mesir sejak abad ke-19 dan kini menjadi makanan nasional.

Sementara itu, Qamar al-Din telah ada sejak zaman kuno dan digunakan sebagai minuman energi setelah berpuasa.

Koshari, yang mengandung karbohidrat kompleks dari nasi, pasta, dan lentil, memberikan energi yang tahan lama setelah puasa.

Lentil, yang kaya akan protein dan serat, dapat membantu dalam menjaga kenyang lebih lama.

Namun, konsumsi berlebihan dari pasta dan nasi putih bisa meningkatkan indeks glikemik, yang berdampak pada kadar gula darah.

3. Turki

Kuliner Khas: Pide (roti isi daging atau sayur), Güllaç (puding dari lembaran nasi)

Baca Juga: Doa dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan untuk Kesucian dan Kekhusyukan Ibadah

Di Turki, makanan yang populer saat berbuka puasa adalah Pide, roti datar yang diisi dengan daging, keju, atau sayuran, serta Güllaç, puding manis yang terbuat dari lembaran nasi yang direndam dalam susu mawar dan air mawar, sering kali dihiasi dengan kacang-kacangan dan granat.

Sejarah dan Tradisi:

Pide memiliki pengaruh dari tradisi kuliner Ottoman, sedangkan Güllaç berasal dari zaman Ottoman sebagai hidangan penutup yang dimaksudkan untuk memberikan energi setelah puasa yang panjang.

Güllaç menjadi sangat populer di Turki pada bulan Ramadhan.

Pide yang terbuat dari tepung terigu mengandung karbohidrat yang memberi energi cepat, namun jika mengandung terlalu banyak daging atau keju, dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol.

Güllaç, yang terbuat dari susu, juga kaya akan kalsium, tetapi kadar gula yang tinggi dalam resep tradisional harus diperhatikan untuk menjaga kadar gula darah yang sehat.

4. Arab Saudi

Kuliner Khas: Dates (Kurma), Jareesh (Bubur Gandum)

Di Arab Saudi, kurma adalah makanan utama yang dimakan pertama kali saat berbuka puasa.

Selain itu, Jareesh, yaitu gandum yang digiling halus dan dimasak dengan daging atau ayam, juga sangat populer.

Sejarah dan Tradisi:

Kurma memiliki makna yang mendalam dalam tradisi Islam, karena Nabi Muhammad SAW sering mengonsumsi kurma untuk berbuka puasa.

Di Arab Saudi, kurma juga menjadi simbol kelimpahan dan berkat.

Jareesh, yang berasal dari daerah Najd, sudah ada sejak zaman pra-Islam dan terus berkembang menjadi hidangan yang dihormati dalam masakan Saudi.

Diketahui bahwa Kurma kaya akan serat, gula alami, dan mineral seperti potasium dan magnesium, yang membantu menjaga energi saat berpuasa.

Namun, konsumsi kurma secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Sementara itu, Jareesh, yang mengandung gandum dan daging, memberikan protein dan karbohidrat kompleks yang menyehatkan, tetapi konsumsi daging merah secara berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan jantung.

5. Pakistan

Kuliner Khas: Samosa, Dahi (Yogurt), Sheer Khurma

Di Pakistan, samosa, yaitu adonan yang digoreng dengan isian daging atau kentang berbumbu, sering kali disajikan saat berbuka.

Selain itu, Sheer Khurma, yaitu pudding susu manis dengan mie tipis, juga merupakan makanan khas Ramadhan.

Sejarah dan Tradisi:

Samosa telah menjadi bagian dari kuliner Pakistan sejak era Mughal, dengan pengaruh dari India dan Persia.

Sheer Khurma adalah hidangan khas yang sering disiapkan untuk merayakan Idul Fitri setelah bulan puasa selesai.

Samosa, yang digoreng dengan minyak, mengandung kalori tinggi dan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, jika diisi dengan bahan seperti sayuran atau daging tanpa lemak, samosa dapat menjadi camilan yang lebih sehat.

Sheer Khurma, yang terbuat dari susu, mengandung kalsium dan protein yang baik untuk tubuh, tetapi konsumsinya harus dibatasi karena kandungan gula yang tinggi.

6. Maroko

Kuliner Khas: Harira (Sup Kacang), Chebakia (Kue Manis)

Harira adalah sup kacang yang kaya akan protein dan sering disajikan dengan kurma untuk berbuka puasa.

Chebakia, kue manis yang digoreng dan dibalut dengan madu dan wijen, juga sangat populer saat Ramadhan di Maroko.

Sejarah dan Tradisi:

Harira telah menjadi makanan tradisional di Maroko sejak zaman dahulu kala dan menjadi simbol penyambut bulan Ramadhan.

Chebakia, yang dibentuk dengan cara yang rumit dan diproses dengan teknik tradisional, merupakan makanan yang penuh makna dalam budaya Maroko.

Harira, yang kaya akan kacang-kacangan, sayuran, dan rempah-rempah, memberikan nutrisi yang seimbang dan energi yang tahan lama.

Kue Chebakia mengandung gula dan lemak yang tinggi, sehingga sebaiknya dikonsumsi dengan moderasi untuk menjaga kesehatan jantung.

Itulah deretan kuliner khas di berbagai negara di dunia yang ada pada bulan suci Ramadhan.

Tags:
kulinerdi duniaBerbagai Negarakisah sejarah unikRamadhanpuasa

Rinrin Rindawati

Reporter

Rinrin Rindawati

Editor