Puncak Carstensz Pyramid yang megah namun mematikan. (Sumber: Pinterest/@Andi)

NEWS

Kronologi di Balik Meninggalnya Elsa Laksono dan Lilie di Puncak Tertinggi Carstensz Papua

Senin 03 Mar 2025, 07:10 WIB

POSKOTA.CO.ID - Carstensz Pyramid, puncak tertinggi di Indonesia yang terletak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali memakan korban.

Dua pendaki wanita dilaporkan meninggal dunia saat menuruni puncak tersebut. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 1 Maret 2025, namun kabar tersebut baru tersebar luas di media sosial pada Minggu, 2 Maret 2025.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa berbahayanya pendakian ke puncak yang termasuk dalam Seven Summits dunia ini.

Baca Juga: Kenapa Ramadhan Begitu Istimewa? Simak Penjelasan Ustadz Hanan Attaki

Identitas Pendaki yang Meninggal

Dua pendaki wanita yang menjadi korban dalam tragedi ini adalah Elsa Laksono dan Lilie Wijayati. Keduanya mengalami Acute Mountain Sickness (AMS), atau penyakit ketinggian, yang menjadi penyebab utama kematian mereka.

Selain itu, dua pendaki lainnya, Indira Alaika dan Saroni, juga mengalami gejala AMS namun berhasil selamat dan dievakuasi ke Timika.

  1. Elsa Laksono
    Elsa Laksono, seorang pendaki perempuan asal Malang, Jawa Timur, lahir pada 24 Juli 1965. Dia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz akibat gejala AMS yang dideritanya. Jenazahnya kini disemayamkan di RSUD Kabupaten Mimika.
  2. Lilie Wijayati
    Lilie Wijayanti Poegiono, perempuan asal Bandung, juga meninggal dunia akibat AMS. Dia merupakan warga Jalan Mochamad Romadhan, No 63C, RT 002 RW 001, Desa Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Jenazahnya masih berada di area Gunung Carstensz Pyramid dan direncanakan akan dievakuasi pada Senin, 3 Maret 2025.

Proses Evakuasi

Jenazah kedua korban rencananya akan diterbangkan ke Jakarta pada Senin, 3 Maret 2025, menggunakan pesawat Lion Air.

Proses evakuasi ini memerlukan koordinasi yang ketat mengingat medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu di sekitar Carstensz Pyramid.

Fiersa Besari Dikabarkan Ikut Ekspedisi

Musisi sekaligus penulis Fiersa Besari dikabarkan ikut dalam rombongan ekspedisi ini. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Fiersa, unggahan di Instagram Story-nya pada Minggu, 2 Maret 2025, sekitar pukul 13.05 WIB, menunjukkan layar hitam dengan emoji hati yang patah.

Unggahan ini diduga sebagai bentuk duka atas kejadian tragis tersebut.

Apa Itu Acute Mountain Sickness (AMS)?

Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit ketinggian adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang naik ke ketinggian terlalu cepat tanpa adaptasi yang cukup.

Gejalanya meliputi sakit kepala, mual, pusing, dan kelelahan ekstrem. Dalam kasus yang parah, AMS dapat menyebabkan edema paru atau otak, yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Terbukti Membayar, Aplikasi Penghasil Saldo DANA 2025 Berhadiah Uang Gratis Rp250.000 Tanpa Undang Teman

Tantangan Pendakian Carstensz Pyramid

Carstensz Pyramid, dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu puncak paling menantang di dunia.

Medannya yang terjal, cuaca ekstrem, dan risiko AMS membuat pendakian ke puncak ini tidak bisa dianggap remeh.

Pendaki diharuskan memiliki persiapan fisik, mental, dan peralatan yang memadai sebelum mencoba menaklukkan puncak ini.

Tragedi pendakian Carstensz Pyramid ini menjadi pengingat bagi semua pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian ke puncak-puncak tinggi.

Acute Mountain Sickness (AMS) adalah ancaman serius yang tidak boleh diabaikan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi komunitas pendaki di Indonesia.

Dengan memahami risiko dan melakukan persiapan yang matang, kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya insiden serupa di masa depan. Selamat jalan, Elsa dan Lilie. Semoga tenang di tempat yang lebih baik.

Tags:
Mimika Papuaevakuasi pendaki Fiersa Besari AMSpendaki meninggalCarstensz Pyramid

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor