Ilustrasi - Aktivitas pedagang saat menunggu dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis 3 Oktober 2024. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

Daerah

Deflasi Melanda Jawa Barat, Apa Artinya untuk Ekonomi dan Petani?

Senin 03 Mar 2025, 21:37 WIB

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025, Jawa Barat mengalami deflasi sebesar -0,61 persen secara bulanan (month to month).

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengatakan inflasi tahun ke tahun (year on year) tercatat sebesar -0,27 persen, sementara secara tahun kalender (year to date) mencapai -1,29 persen.

Seluruh kabupaten dan kota yang dipantau untuk inflasi di Jawa Barat mengalami deflasi secara bulanan pada Februari 2025.

Baca Juga: Rano Karno Sebut Inflasi Jakarta Januari 2025 di Bawah Angka Nasional

Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Majalengka dengan angka -0,97 persen, sedangkan deflasi terkecil tercatat di Kota Tasikmalaya sebesar -0,32 persen.

Deflasi Daerah di Jawa Barat

Berikut adalah rincian deflasi di beberapa daerah lainnya:

Baca Juga: Jaga Stabilitas Inflasi, Satgas Pangan Polresta Tangerang Diganjar Penghargaan

Deflasi Kelompok Pengeluaran

Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,37 persen dengan andil deflasi sebesar -0,11 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami deflasi sebesar -4,12 persen, dengan andil deflasi sebesar -0,65 persen.

Sementara itu, lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi secara bulanan pada Februari 2025, yaitu:

Baca Juga: Serius Kendalikan Inflasi Daerah, Pj Bupati Bogor Minta Jajarannya Tidak Lengah

"Komoditas yang memberikan deflasi tertinggi pada Februari 2025 di Jawa Barat adalah tarif listrik sebesar -0,68 persen, diikuti oleh cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,04 persen," ujar Darwis dalam siaran pers, Senin, 3 Maret 2025.

Di sisi lain, komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah emas perhiasan sebesar +0,06 persen dan bensin sebesar +0,03 persen.

Nilai Tukar Petani

BPS juga merilis Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Pada Februari 2025, NTP tercatat sebesar 113,53, menurun 0,56 persen dibandingkan Januari 2025.

Sementara itu, NTUP pada bulan yang sama tercatat sebesar 115,40, mengalami penurunan sebesar 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada ekspor dan impor Jawa Barat pada Januari 2025. Ekspor Jabar pada bulan tersebut mencapai 3,02 miliar USD, turun sebesar 3,93 persen dibandingkan Desember 2024.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Impor tercatat sebanyak 1,08 miliar USD, juga menurun sebesar 7,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meskipun demikian, neraca perdagangan Jawa Barat masih mencatat surplus sebesar 1,94 miliar USD pada Januari 2025.

Tags:
Jawa Baratkomoditas deflasineraca perdaganganNilai Tukar PetaniBPSInflasi Februari 2025deflasi Jawa Barat

Tim Poskota

Reporter

Aminudin AS

Editor