BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Kemunculan tower Base Transceiver Stasion (BTS) di Perumahan Telaga Mas, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, meresahkan warga.
Ketua RT 006 RW013, Rosadi, 39 tahun mengatakan, awal pembangunan tower ini terjadi pada pertengahan tahun 2023.
Bangunan tower BTS tersebut berada di atas rumah milik keluarga Waluyo dan Sri Wulandari, yang terletak di Blok N1 no. 61.
Awalnya, pemilik rumah kedatangan oleh kontraktor yang berencana akan membangun tower telekomunikasi.
Baca Juga: Cemas Tower BTS Roboh, Warga Bekasi Utara Ramai-ramai Jual Rumah
Kontraktor menyampaikan, bahwa setidaknya ada tiga titik yang rencana tower itu akan dibangun.
"Katanya di rumah beliau itu ada titik koordinat dan kandidatnya itu ada 3 rumah. Yang 2 rumah di jalan Anggur Raya (Wisma Asri) serta 1 rumah di tempat beliau," kata Rosadi ditemui di lokasi, Minggu, 2 Februari 2025.
Diduga, karena keluarga tersebut sedang membutuhkan biaya, kemudian pemilik rumah menerima tawaran pembangunan tower.
"Mungkin karena ada kebutuhan atau apa, beliau menerima tawaran bahwa rumahnya akan dibangun tower gitu," ucapnya.
Berjalannya waktu, pihak kontraktor kembali membahas kepada warga dengan menggelar rapat.
Rencana pembangunan itu untuk membuat tower penguat sinyal berbentuk monopole dan tidak berukuran besar.
Baca Juga: Basarnas Ungkap Kendala Lamanya Proses Evakuasi Korban Terjepit Coran Tower di Bekasi
Selanjutnya, kontraktor, pemilik rumah dan warga sekitar melakukan penandatanganan.
"Tetapi pada saat itu, tidak dijelaskan secara detail jenis yang akan dibangun, hanya menyampaikan jenis-jenis tower yang ada seperti yang slide yang pernah saya dapet," katanya.
Hingga akhirnya, pembanguan tower dibangun pada Juli 2023. Saat itu, warga mempertanyakan detail dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"IMB-nya mana? Enggak ada, di tunjukin aja (sama kontraktor) tanda tangannya tuh," ujar dia.
Warga pun resah karena spek bangunan tak sesuai dengan pembahasan awal. Sehingga sempat menolak untuk memberhentikan pembangunan tower.
Namun pada akhirnya, pada Agustus 2023, tower setinggi 25 meter tersebut berdiri.
"Kenapa pembangunan tower bisa dilanjut, saya disomasi oleh kontraktornya dengan dalil yang tidak jelas," ujarnya.
Sebanyak 66 Kepala Keluarga (KK) kini masih bertahan di rumahnya masing-masing.
Setidaknya 10 KK dengan radius 20 meter dari bangunan tower tersebut berencana menjual rumahnya.
Warga mengaku khawatir, rumah mereka tertimpa tower BTS tersebut.