Ilustrasi hujan deras. (Sumber: Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

JAKARTA RAYA

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jakarta Gelar OMC hingga Siagakan Personel Gabungan

Minggu 02 Feb 2025, 20:04 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan bakal melanda Jakarta dalam beberapa hingga 6 Februari 2025.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan upaya yang dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem, yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Meski tidak sepenuhnya menghentikan hujan di daratan, metode tersebut dapat mengurangi potensi hujan intensitas tinggi di Jakarta yang bisa menimbulkan banjir.

"Dengan OMC ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Jakarta. Sehingga hujan bisa turun sebelum masuk ke wilayah daratan," kata Yohan kepada Poskota.co.id, Minggu, 2 Februari 2025.

Baca Juga: Sering Kebanjiran, Warga Duren Mekar Depok Trauma Jika Ada Hujan

Selain itu, BPBD Jakarta telah menerjunkan personel gabungan dari seluruh unsur perangkat daerah yang berjaga selama 24 jam.

267 kantor kelurahan yang ada juga digunakan sebagai posko siaga bencana. Kemudian, pihaknya juga memiliki posko antisipasi bencana yang beroperasi 24 jam.

"Menyiagakan personel gabungan selama 24 jam dari seluruh unsur perangkat daerah. Kami memiliki 267 petugas penanggulangan bencana atau TRC yang bersinergi dengan lebih dari 4.226 personel pasukan biru milik Dinas SDA dan ribuan personel lainnya," kata Yohan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengimbau masyarakat menjaga drainase saluran air agar dapat bekerja optimal selama cuaca ekstrem. Upaya yang dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga: Cegah Hujan Ekstrem, Pemprov Jakarta Kembali Gelar OMC Selama 6 Hari

"Masyarakat juga dapat melaporkan melalui aplikasi JAKI ataupun kanal CRM lainnya bila mengalami kondisi banjir dan diharapkan warga tidak panik, tetap patuhi petunjuk maupun arahan petugas di lapangan," katanya.

Perihal daya tampung curah hujan maksimal 150 mm per hari, kata Ika Agustin, ini merupakan desain pembangunan terdahulu.

Pasalnya, desain itu efisien dan ekonomis untuk pembangunan. Namun, Dinas SDA Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas drainase.

"Dengan membangun infrastruktur pengendali banjir, seperti waduk atau embung, perkuatan tanggul kali, pembangunan sistem polder/pompa, sehingga dapat menampung curah hujan dengan optimal," beber Agustin.

Tags:
modifikasi cuaracuaca ekstremBPBD Jakartahujan deras

Ali Mansur

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor