POSKOTA.CO.ID – Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang diduga terjadi di Bogor.
Video tersebut memperlihatkan seorang pengemis di Bogor yang berkata kurang baik kepada orang yang tidak memberinya uang.
Video ini diunggah oleh akun X/Twitter chica_caw dan telah menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Baca Juga: Viral, Aksi Pengeroyokan Sejumlah Pemuda ke Pegawai RM Padang di Godean karena Kuah Habis
Reaksi Netizen
Video tersebut memicu berbagai reaksi dari netizen. Beberapa pengguna media sosial menunjukkan empati terhadap pengemis tersebut, dengan asumsi bahwa mungkin dia sedang kelaparan dan dalam kondisi sulit.
Namun, ada juga yang mengkritik sikap pengemis tersebut dan menyarankan agar lebih baik memberikan uang daripada menerima kata-kata kasar.
"Mungkin dia lagi kelaparan banget. Kita engga ada yang tahu kondisi bapak ini bener apa engga. Tapi percayalah di saat kita kelaparan, pasti kita pun tantrum. Kita doakan saja semoga bapaknya dimudahkan rezekinya," komentar netizen dengan nama akun @
yogaswat*****.
"Rek ngora/kolot sakirana sehat mah jadi kuli we atuh. Alus keneh mere daripada menta. Komo eweuh attitude (Mau muda/tua, sekiranya masih sehat mending jadi kuli. Lebih baik memberi daripada meminta. Apa lagi kalau tidak pakai attitude," komentar akun bernama @renal****.
Baca Juga: Viral Arti Kode Kelulusan PPPK 2024 R2/L, R3/L, R2, R3 Ternyata Begini Cara Memahaminya
Meskipun tindakan pengemis tersebut tidak dapat dibenarkan, memahami latar belakang dan kondisi yang mungkin dialaminya dapat membantu kita lebih bijak dalam menilai situasi.
Berdasarkan data resmi dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, jumlah pengemis di Jawa Barat yang menerima fasilitas di dalam panti kewenangan provinsi adalah sekitar 2.500 individu pada tahun 2023.
Data ini mencakup jumlah gelandangan dan pengemis yang menerima berbagai jenis fasilitas sosial.
Pemerintah Jawa Barat telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah pengemis dan gelandangan di wilayahnya.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terus melakukan koordinasi dengan dinas sosial kabupaten/kota serta instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani kemungkinan semakin banyaknya pengemis dadakan.