POSKOTA.CO.ID - Terjadi sebuah kecelekaan tragis di ruas tol Cipularang KM 92 arah Jakarta pada Senin 11 November 2024 pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui melibatkan sekitar 16 kendaraan mulai dari truk bermuatan besar hingga mobil pribadi.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, kecelakaan terjadi akibat sebuah truk bermuatan berat tidak sanggup melakukan pengereman dengan baik karena beban yang dibawa terlalu berat.
Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Andriansyah membenarkan peristiwa naas ini.
"Benar ada TKP di KM 92," ungkap Lilik.
Dirinya beserta anggota sedang berada di lokasi untuk proses penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa menegangkan ini.
"Anggota lagi di TKP, lagi penanganan," ungkap Lilik.
Diketahui hingga saat berita ini diturunkan kecelakaan tersebut dengan satu korban jiwa serta lainnya dalam kondisi luka-luka.
KM 92 Angker Bagi Pengendara
Ruas tol Cipularang yang masuk kedalam wilayah Purwakarta ini memang sering kali dinilain angker bagi para pengendara.
Kondisi Jalanan Menurun dan Berkelok
Berdasarkan sebuah keterangan dari Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Kombes Martinus Sitompul pada 2014 mengatakan bahwa area di sekitar KM 80 hingga 100 tol Cipularan memang rawan kecelakaan.
"Kalau dilihat dari hasil kajian ilmiah Kilometer 90-100 secara keseluruhan, pengguna kendaraan memang harus ekstrahati-hati saat melewati jalur tersebut," ungkap Martinus.
Kondisi jalanan yang menurun serta berbelok membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melewati ruas tol ini.
"Kondisi jalanan menurun dengan belokan dan kontur angin membuat pengendara harus lebih hati-hati," lanjut Kombes.
Kesalahan Pengendara
Selain itu pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Ofyar Z Tamin mengungkapkan bahwa kesalahan dari pengendara atau Human Error juga jadi penyebab utama kecelakaan
Trek menurun dari KM 100 arah Jakarta ditambah dengan laju serta beban yang dibawa berdampak pada laju kendaraan.
Kondisi tersebut harus membuat pengendara jadi lebih fokus saat berkendara di ruas tol ini.
"Saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya, kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana," ungkap Tamin dalam sebuah keterangan.
Hingga saat ini pihak kepolisian serta Jasa Marga sedang melakukan evakuasi pada korban dan melakukan penyelidikan atas terjadinya peristiwa ini.
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.