TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, kewalahan mengatasi permasalahan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di wilayahnya.
Kepala Bidang Pengelola Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) DLHK Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika mengatakan, saat ini pihaknya memiliki jumlah armada pengangkut sampah yang sangat minim.
"Karena dari kebutuhannya (armada) kita sudah jauh dari kata ideal. Kemudian truk yang layak saja masih kurang," kata, Kamis, 8 Agustus 2024.
Menurutnya, munculnya TPS liar di daerah Kabupaten Tangerang itu disebabkan kurang maksimalnya proses pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat sekitar.
"Idealnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang harus memiliki 320 armada truk pengangkut sampah. Namun kini baru ada 250 truk sampah dengan total 200 lebih petugas kebersihan," ungkapnya.
Dengan 250 truk sampah itu, pihaknya hanya mampu mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Tangerang sebanyak 1,5 ton dari 2.500 ton sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya.
"Dari hitungan orang saja setiap individu itu mengeluarkan sampah 400 sampai 700 gram per hari. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Tangerang mencapai 3,6 juta ditambah aktivitas industri serta ada 2.500 ton per harinya. Sementara muatan rata-rata hanya 1,5 ton per hari," pungkasnya.
Diketahui, lahan milik swasta di Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa dijadikan TPS liar oleh oknum.
Saat dilakukan pengecekan, DLHK Kabupaten Tangerang menemukan sekitar 3.200 ton sampah yang dibuang di lahan tersebut. Mirisnya, lokasi TPS liar tersebut berada tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. (Veronica Prasetio)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.