Viral nama aplikasi program pemerintah yang tuai kontroversi.(Foto: Ilustrasi/Pinterest)

TEKNO

Viral! Nama Aplikasi Program Pemerintah Ini Tuai Kontroversi, Bikin Netizen Geleng-Geleng Kepala

Minggu 07 Jul 2024, 14:32 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Media sosial kini sedang dihebohkan dengan viralnya nama sebuah aplikasi program pemerintah yang menuai banyak kontroversi.

Nama aplikasi program pemerintah tersebut terkesan ambigu, sehingga memicu reaksi beragam dari netizen, mulai dari kritik pedas hingga candaan yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala.

Beberapa aplikasi itu sendiri memiliki nama yang bisa diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan seksualitas atau bias gender, sehingga menarik perhatian netizen.

Berikut adalah beberapa aplikasi pemerintah yang viral hingga menuai kontroversi karena namanya nyeleneh dan tidak biasa.

1. SiMONTOK

Simontok adalah singkatan dari Sistem Monitoring Stok dan Kebutuhan Pangan Pokok, yang berada di bawah otoritas Pemerintah Kota Solo atau Surakarta. 

Nama SIMONTOK sendiri cukup unik dan menarik perhatian publik di Kota Solo. Penamaannya yang anti-mainstream menjadi salah satu alasan utama daya tariknya.

Meskipun nama SIMONTOK ini mungkin memunculkan beragam interpretasi atau asosiasi di masyarakat, tujuan utama aplikasi ini tetap fokus pada pengelolaan informasi stok pangan yang akurat dan efisien. 

2. SiSEMOK

Sisemok ialah singkatan dari Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan, yang dibuat oleh Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. 

Aplikasi ini diluncurkan dengan tujuan utama untuk mempermudah dan mempercepat proses pengajuan izin serta pendaftaran entitas hukum di wilayah Kabupaten Pemalang. 

Namun, sejak kehadirannya, SiSEMOK telah menarik perhatian netizen karena pemilihan nama yang dianggap unik dan berbeda dari yang lazimnya.

3. i-Pubers

i-Pubers adalah sistem milik Kementerian Pertanian (Kementan) yang bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Nama ini merupakan kependekan dari Integrasi Pupuk Bersubsidi, yang bertujuan untuk optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi. 

Aplikasi ini dilengkapi dengan geo-tagging dan time-stamp untuk memudahkan pencatatan transaksi dan penelusuran.

4. MAS DEDI MEMANG JANTAN

MAS DEDI MEMANG JANTAN merupakan salah satu program unggulan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah.

Program ini tidak hanya menonjolkan namanya yang unik, tetapi juga berhasil mencuri perhatian masyarakat luas.

Program MAS DEDI MEMANG JANTAN ini bertujuan utama untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam bidang ketenagakerjaan kepada masyarakat di Kota Tegal. 

5. SISKA KU INTIP

Aplikasi ini merupakan kependekan dari Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti - Plasma, yang ada di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan. 

Program ini telah berjalan sejak 2021 dan mendapat beberapa penghargaan dalam berbagai kategori dari Pemerintah. 

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan populasi ternak sapi potong, pendapatan pekebun dan peternak, serta pelestarian lingkungan.

6. SiPEPEK

Kemudian, aplikasi yang ramai diperbincangkan ialah platform SiPEPEK yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Aplikasi ini adalah singkatan dari Sistem Pelayanan Program Penanggulangan Kemiskinan dan Jaminan Kesehatan, yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon.

Namun, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kata "pepek" memiliki arti kemaluan perempuan. Hal ini menyebabkan kontroversi di kalangan masyarakat.

7. SITHOLE

SITHOLE adalah singkatan dari Sistem Informasi Konsultasi Hukum Online. Aplikasi ini merupakan platform berbasis website yang disediakan oleh Pengadilan Negeri Semarang untuk memfasilitasi layanan konsultasi hukum secara daring. 

Nama "SITHOLE" sendiri mengandung makna yang khas dalam budaya Jawa. Kata "thole" sering digunakan sebagai panggilan sayang dari orangtua kepada anak laki-lakinya.

Penggunaan nama ini menunjukkan upaya dari Pengadilan Negeri Semarang untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan ramah dengan masyarakat.

Itu dia beberapa aplikasi program pemerintah yang viral dan menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Tags:
aplikasi pemerintahpemerintahKontroversiaplikasiviralprogram-pemerintahNama aplikasinetizen

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor