Upaya Berantas Judol, Kominfo Kirim Himbauan Pakai Pantun Lewat SMS, Netizen: Gak Guna Ngabisin Duit! (Freepik.com)

Nasional

Upaya Berantas Judol, Kominfo Kirim Himbauan Pakai Pantun Lewat SMS, Netizen: Gak Guna Ngabisin Duit!

Minggu 07 Jul 2024, 12:53 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia terus berupaya keras untuk menanggulangi maraknya praktik judi online (judol) yang meresahkan masyarakat.

Salah satu langkah terbaru yang diambil adalah dengan mengirimkan himbauan melalui SMS dalam bentuk pantun kepada para hp pintar masyarakat.

Namun hal ini kembali menimbulkan polemik. Melalui beberapa cuitan di media sosial, Netizen berkomentar bahwa usaha yang dilakukan oleh pemerintah ini sia-sia bahkan cenderung membuang anggaran saja.

Upaya Kominfo Berantas Judol

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kominfo, sebanyak 2.945.150 sudah berhasil dilakukan pemblokiran hingga Juni 2024. Nanti juga lebih dari 500 akun dompet elektronik akan segera dilakukan pemblokiran.

Kominfo juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang turut memblokir 5.779 rekening yang berkaitan dengan praktik judol.

Selain itu juga, lembaga pengurus teknologi dan informasi di Indonesia ini turut memblokir lebih dari 30.000 penyisipan halaman judul pada berbagai macam aplikasi atau situs pemerintah serta pendidikan.

Himbauan Judol Melalui SMS

Sebagai langkah yang dinilai tepat untuk mengatasi hal ini, Kominfo secara gencar mengirimkan sejumlah himbauan berbentuk pantun melalui SMS kepada masyarakat mengenai penggunaan praktik ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa dengan mengirimkan SMS blast kepada para pengguna khususnya anak muda demi memunculkan kesadaran di dalam diri masyarakat.

"SMS blast kenapa enggak dari  kemarin-kemarin? Karena kita  sekarang menggalakkan kesadaran  pemberantasan judi online harus dari  hulu ke hilir," kata Budi, Rabu, 3 Juli 2024 di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa usaha ini harus dilakukan untuk memunculkan rasa kesadaran jalan dari masyarakat untuk melawan Bandar yang semakin gencar gelar praktik ilegal ini.

"Kita harus tumbuhkan kesadaran  masyarakat, kalau mereka melawan  bandar dan mesin jadi enggak akan  menang," sambung Budi. 

Tanggapan Netizen atas Usaha Kominfo

Dalam upaya pembatasan judul yang dilakukan oleh Kominfo, sejumlah netizen mengungkapkan pendapatnya di media sosial X pribadi mereka.

Netizen mempertanyakan kegunaan serta efektivitas dari langkah yang diambil oleh Arie Budi sebagai penanggung jawabnya.

Mereka pun menilai Upaya ini merupakan suatu langkah yang sia-sia serta tidak berguna sama sekali bagi masyarakat.

Beberapa cuitan dari pengguna media sosial yang mengatakan bahwa memang sudah sejak lama Kominfo mengirimkan pesan kepada masyarakat.

Mereka mempertanyakan bahwa Apakah dengan mengirimkan pantun semacam ini kepada masyarakat akan membuat para pelaku jera? Sekaligus menganggap langkah ini merupakan hal yang tidak efektif.

"Ternyata emang dari dulu kominfo  demen banget sama sastra  khususnya pantun 
Efektif ga ngirim pantun? Ya  enggak lah!! Ngabisin duit," cuitan akun @dixondexter.

"Oh ini yg katanya SMS blast  Kominfo buat cegah judi online itu?  gw baru dapet coy haha.  Bayangin lu main judol terus dapet  sms ginian, lu bakal berhenti main  ga??.

"Jujur ini kek gini ga guna bgt, gada  yg bikin mereka takut dg pantun  ginian, aelahh," Ciutan akun @urlavoca.

Upaya Kominfo dalam mengirimkan himbauan lewat pantun melalui SMS merupakan bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari bahaya perjudian online.

Meskipun mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, langkah-langkah ini mencerminkan upaya terus-menerus untuk menemukan solusi yang efektif dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan di ruang digital Indonesia.

Tetap berhati-hati dan waspada karena saat ini Indonesia sedang berada dalam masa darurat praktik perjudian online. Pergunakanlah internet dengan bijak untuk kebutuhan yang baik bagi Anda.

( Raihan Ali Putra Santoso)

Tags:
Judi onlinejudolkominfoPantunnetizenSMS Blast

Raihan Ali Putra Santoso

Reporter

Raihan Ali Putra Santoso

Editor