Obrolan Warteg Poskota.

Sental-Sentil

Obrolan Warteg: Jabatan Itu Melekat

Jumat 02 Feb 2024, 06:23 WIB

“Tumben Bro, sejak tadi kalian diam saja, sepertinya lagi gelisah?” tanya Heri
mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, Mas Bro dan Yudi.

“Bukan gelisah tetapi lagi mikir – mikir,” jawab Yudi.

“Apa sih yang dipikirkan, kita sharing, itulah gunanya sahabat,” kata Heri lagi.

“Begini, sahabat kita, Mas Bro, katanya lagi mikir – mikir, mau mundur sebagai
ketum sebuah organisasi,” jelas Yudi.

“Mundur atau tidak mundur dari jabatan itu hak pribadi seseorang, tetapi
alasannya harus jelas,” kata Heri.

“Saya mau mundur agar lebih nyaman saja,” jelas Mas Bro.

“Cuma itu?” kata Heri.

“Ya sebenarnya banyak sih. Ini lebih terkait dengan akan digelarnya pemilu.
Kalau saya masih menjabat ketua umum, nanti bisa dituduh memanfaatkan
organisasi untuk kepentingan pemilu,” jelas Mas Bro.

“Soal memanfaatkan organisasi, lembaga, institusi negara, kementerian pun
tergantung dari individu yang menjabat,” kata Yudi.

“Iya tapi, jabatan itu melekat kepada diri pribadi orang yang menjabat. Ketua
RW, lurah, camat, kemana pun pergi tetap sebagai Pak RW, Pak Lurah dan Pak
Camat. Begitu juga, bupati, gubernur, menteri hingga presiden,” kata Mas Bro.

“Yang penting ketika melakukan kegiatan di luar tugas dan jabatannya, tidak
memanfaatkan segala fasilitas jabatannya,” kata Heri.

“Iya itu aturan yang berlaku umum, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk
kepentingan pribadi dan keluarganya, apalagi kepentingan politik seperti kampanye dan lain – lain,” kata Yudi.

“Tetapi pandangan orang akan sama, jabatan tetap melekat, fasilitas sosial
biasanya ikut menyertai,” kata Mas Bro.

“Meski lagi cuti, karena seorang pejabat, saat hadir pada sebuah acara pasti
dikasih kursi paling depan. Saat acara akan disebut, tak jarang diminta memberi
sambutan. Ini yang berlaku umum juga.”

“Jadi soal memanfaatkan fasilitas jabatan, akan tergantung kejujuran diri pribadi
yang bersangkutan ya?” kata Heri.

“Ya, untuk menghapus keraguan pandangan orang, mending mundur. Lebih
nyaman dan netral,” kata Mas Bro.

“Itu hak pribadi, kami hargai. Eh.. tapi ini bicara soal diri kamu, bukan pejabat
yang lain - lain,” kata Heri. (joko lestari)

Tags:
Obrolan Wartegjabatan

Administrator

Reporter

Administrator

Editor