Presiden Joko Widodo saat menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia). (biro pers)

Kriminal

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Jokowi Sebut Banyak Penjarakan Pejabat Koruptor

Selasa 12 Des 2023, 14:38 WIB

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan korupsi adalah kejahatan luar biasa yang mengghambat pembangunan dan bisa merusak perekonomian bangsa, sehingga juga bisa menyengsarakan rakyat. 

Itu diutarakan Kepala Negara dalam sambutannya pada di Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Presiden juga mengungkapkan data mengenai jumlah pejabat yang pernah ditangkap dan dipenjarakan dari periode 2004 sampai 2022 karena tindak pidana korupsi.

"Kita tahu di negara kita dari periode 2004 sampai  2022 sudah banyak sekali koruptor yang ditangkap dan dipenjarakan. Itu menurut saya sudah terlalu banyak pejabat kita yang ditangkap dan dipenjarakan," tutur mantan gubernur DKI Jakarta.

Jokowi menandaskan tidak ada negara lain yang menangkap dan memenjarakan pejabatnya sebanyak di negara kita di Indonesia. 

"Catatan saya 2004 sampai 2022 yg dipenjarakan karena tindak pidana korupsi ada 344 pimpinan dan anggota DPR ada DPRD,  termasuk ketua DPR dan Ketua DPRD," kata Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi masih mengungkapkan datanya,  ada 38 menterj dan kepala lembaga, ada 24 gubernur dan 162 bupati dan walikota.

"Ada 31 hakim termasuk hakim konstitusi,  ada 8 komisioner di antaranya komisioner KPU, Komisi Yudisial  dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dan juga 415 dari swasta 363 birokrat," kata Jokowi.

Jokowi kembali menegaskan sudah terlalu banyak banyak sekali pejabat yang ditangkap dan dipenjarakan karena tindak pidana korupsi.

"Carikan negara lain yang memenjarakan pejabatnya sebanyak di indonesia. Dengan begitu banyak pejabat atau orang yang dipenjarakan, apakah itu korupsi bisa berhenti atau berkurang, ternyata sampai sekarang masih kita temukan banyak kasus korupsi artinya kita perlu evaluasi total .

"Saya setuju dengan apa yang disampaikan Ketua KPK, pendidikan, pencegahan, penindakan itu memang ada sesuatu yang harus dievakuasi total dalam penindakan korupsi," Jokowi menambahkan.

Tags:
KPKPresiden-Joko-Widodoantikorupsi

Reporter

Administrator

Editor