Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan ayahnya, Presiden RI Joko Widodo. NasDem menggadang-gadang Gibran maju Pilgub Jateng karena tak yakin menang di DKI Jakarta. (Foto: ist).

Opini

Tahan Banting

Sabtu 11 Nov 2023, 05:56 WIB

Kecewa, itulah gambaran kebatinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lantaran merasa ditinggalkan Presiden Jokowi dan keluarga pasca Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

PDIP kecewa lantaran sudah memberikan keistimewaan kepada Jokowi dan keluarga, justru dianggap membangkang dan tidak tahu balas budi sebagai kader PDIP.

Mereka menilai pemikiran Jokowi saat ini bukan lagi Jokowi yang pernah mereka kenal dulu hanya karena sang anak beda pilihan politik. Para petinggi dan simpatisan PDIP langsung menyerang Jokowi dan keluarganya dengan politik dinasti.

Bahkan politikus PDIP Masinton Pasaribu berupaya mengajukan Hak Angket di Gedung DPR/MPR. Mereka menilai Jokowi akan sulit netral pada Pilpres mendatang karena sang mahkota ikut bertarung sebagai Cawapres.

Padahal fenomena ketika kawan lama berseberangan pilihan itu sudah biasa dalam politik praktis. Jadi PDIP tidak perlu baper dengan keluarga Jokowi, toh mereka sudah mengambil jalan sendiri.

Tentunya, PDIP tidak perlu repot lagi pakai bahasa petugas partai kepada keluarga Jokowi. Bukankah mereka yang mengusung Gibran dan Bobby sebagai Walikota? PDIP justru harus bertanggung jawab telah mengusung keluarga Jokowi, bukan malah menyerangnya. Toh Jokowi masih kader PDIP.

Partai wong cilik ini harus menunjukkan bahwa mereka tidak salah mengusung Jokowi dua kali presiden. Pasalnya, kepemimpinan Jokowi kini membawa Indonesia tumbuh sebagai negara kuat.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sendiri pernah menyebutkan bahwa tak salah memilih Jokowi sebagai Capres pada 2014 lalu karena sudah tahan banting dengan berbagai tantangan.

Karena itu, hujatan yang kini terjadi tidak akan berpengaruh besar karena mereka sudah tahan banting menghadapi tantangan apalagi dari serangan politik. Lihat saja dukungan dari partai pengusung dan simpatisan terus mengalir kepada mereka.

Gibran sendiri kerap berucap kepada para simpatisannya untuk "Santai saja gak usah ditanggapi, biarkan saja," terkait serangan dinasti politik terhadap dirinya. Jadi tak perlu lagi diperdebatkan. Menkopolhukam Mahfud MD juga sudah menegaskan kepesertaan Gibran sah secara hukum sebagai Cawapres.

Lalu bagaimana dengan pilihan PDIP di Pilpres kali ini, apakah bisa hat-trick ? Atau malah kandas lebih dulu, akibat gelembung suara pecah menuju sosok tahan banting? Biarkan wong cilik yang bersuara.

Tags:
gibran rakabuming raka

Administrator

Reporter

Administrator

Editor