Sejeumlah taksi terjebak banjir di Hong Kong yang tewaskan 1 WNI. (Foto: Ist/ Al Jazeera)

Internasional

Banjir Hong Kong, Satu WNI Tewas Terseret Arus

Sabtu 09 Sep 2023, 18:12 WIB

HONGKONG, POSKOTA.CO.ID – Seorang warga Indonesia  menjadi korban banjir yang terbesar dalam sejarah Hong Kong, Tiongkok, dalam kurun 140 tahun.

Banjir di Hong Kong mulai terjadi sejak Kamis (7/9/2023) malam.

Badan Observatorium Hong Kong mencatat curah hujan lebih dari 158 milimeter terjadi antara pukul 23.00 hingga tengah malam. 

Ini merupakan curah hujan per jam tertinggi sejak pencatatan dimulai tahun 1884, kata pemerintah Hong Kong dalam siaran persnya.

Curah hujan yang memecahkan rekor ini berlanjut melumpuhkan sebagian besar wilayah Hong Kong pada Jumat (8/9/2023).

Banjir bandang menenggelamkan stasiun metro dan membuat banyak pengemudi terjebak di jalan raya. 

Sementara, pihak berwenang meliburkan sekolah dan mendesak masyarakat mencari perlindungan yang aman. Foto-foto dan video banyak menunjukkan warga mengarungi jalan yang dipenuhi air banjir berwarna coklat keruh. 

Sementara, hujan lebat terus menggenangi kota berpenduduk 7,5 juta jiwa itu. Di beberapa dataran rendah, jalanan berubah menjadi sungai deras, membuat pihak berwenang harus menyelamatkan pengendara yang terjebak.

Media DimSum Daily memberitakan Departemen Pemadam Kebakaran setempat mendapat laporan warga hanyut pada pukul 01.09 Jumat dini hari.

Pihak Pemadam Kebakaran kemudian mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran, 3 unit kapal pemadam kebakaran, dan 1 ambulans.

Pengerahan tersebut dalam upaya melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah hulu, tengah, hilir, dan kawasan Ma Liu Shui. Hingga pukul 12.10 siang, insiden tersebut ditingkatkan menjadi operasi pencarian dan penyelamatan lintas departemen. 

Departemen Pemadam Kebakaran mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan bangunan yang runtuh (USAR) untuk melanjutkan pencarian. Penyelam, kapal pendukung bawah air, dan anjing pelacak juga dikerahkan membantu operasi tersebut, meski belum ada titik temu.

Selanjutnya, sejumlah personel dilibatkan dalam upaya pencarian dan penyelamatan di sekitar kawasan Sungai Shing Mun. Sementara, helikopter melakukan inspeksi udara di sepanjang sungai.

Berdasarkan laporan, warga yang hilang adalah pria Indonesia berusia 32 tahun pemegang kartu identitas Hong Kong. Polisi menerima laporan tersebut pada Sabtu sekitar pukul 01.00 dini hari. 

Laporan mengindikasikan seorang pekerja laki-laki tersapu air banjir di Gunung Kau To Shan di Distrik Sha Tin. Ia diduga tersapu air banjir akibat runtuhnya taman bunga di luar rumah mewah tempatnya bekerja akibat tanah longsor. 

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membenarkan seorang WNI menjadi korban banjir. Informasi tersebut disampaikan Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu Judha Nugraha dalam keterangan tertulis, Sabtu.

"Seorang WNI dengan inisial DI dilaporkan hanyut akibat banjir yang melanda Hong Kong selama tanggal 7 dan 8 September 2023. Pada Sabtu siang hari tanggal 9 September 2023, KJRI Hong Kong mendapat informasi dari Otoritas Hong Kong bahwa DI telah ditemukan dalam keadaan meninggal," kata Judha. 

"Jenazah Almarhum saat ini telah dievakuasi dan berada di RS Hong Kong. KJRI Hong Kong telah menyampaikan kabar duka ini kepada pihak keluarga di Blitar, Jawa Timur," katanya. 

"KJRI bersama pihak majikan dan agensi tenaga kerja akan memfasilitasi pemulangan jenazah ke Indonesia. Almarhum DI tercatat sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong sejak 2016 dan bekerja sebagai gardener," ujar Judha.

Banjir yang melanda Hong Kong ini merupakan dampak dari Topan Haikui yang juga sebelumnya melanda Taiwan. Mengutip Anadolu Agency, Topan Haikui menghantam pantai Provinsi Fujian di Tiongkok dan Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan, Selasa (5/9/2023) pagi.

Topan ke-11 tahun ini membawa hujan lebat dan angin dengan kecepatan hingga 20 dan 18 meter per detik di dekat pusatnya. Pusat Prakiraan dan Pengurangan Bencana Laut Cina Selatan juga mengeluarkan peringatan kuning terkait gelombang besar. 

Badan ini memperingatkan gelombang badai setinggi 30-70 sentimeter di sepanjang pantai timur Guangdong. Gelombang setinggi 3-5 meter diperkirakan terjadi di bagian timur laut Laut Cina Selatan.

Pemerintah Tiongkok segera mengalokasikan dana sebesar 200 juta yuan (sekitar Rp319 miliar) ke lima wilayah yang terkena dampak. Kawasan tersebut termasuk Guangdong, Fujian, Zhejiang, Guangxi, dan Hainan.(tri)

Tags:
banjirHongkongUncategorizedtewasterseretarus

Administrator

Reporter

Administrator

Editor