Apa Itu Pandemi 2.0 yang Viral di Media Sosial? Begini Kata Pemerintah Soal Varian Eris Covid-19/Vaksin Covid-19 (Ilustrasi/Istimewa)

Nasional

Apa Itu Pandemi 2.0 yang Viral di Media Sosial? Begini Kata Pemerintah Soal Varian Eris Covid-19

Sabtu 09 Sep 2023, 17:48 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Apa itu Pandemi 2.0 yang heboh diperbincangkan publik di media sosial?

Rasa-rasanya pertanyaan mengenai apa itu Pandemi 2.0 menjadi hal yang paling dicari belakangan ini.

Banyak publik yang panik karena Pandemi 2.0 berkonotasi negatif dan mengingatkan pada masa-masa Pandemi Covid-19.

Mulanya kabar Pandemi 2.0 ini mencuat dari media sosial Twitter, Instagram, hingga TikTok.

Salah satu akun yang membahas terkait Pandemi 2.0 ini adalah ahli epidemiologi Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.

Dokter Tifa menyatakan bahwa era pandemi yang mulanya dijadwalkan tahun 2025 ternyata akan terjadi di tahun 2023.

Hal itu disampaikan Dokter Tifa melalui akun Twitter atau X @DokterTifa seperti dikutip Poskota.

“Pandemi 2.0 yang dijadwalkan tahun 2025, ternyata dimajukan, bukan di 2024, tetapi di 2023,” ujarnya.

Bahkan, Dokter Tifa memprediksi dalam 1 atau 2 bulan lockdown serta penggunaan masker akan diberlakukan lagi.

“Dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan lockdown, WFH, dan aturan pakai Masker,” tuturnya.

“Pertama agar masyarakat tidak protes, maka alasannya adalah  Polusi Udara. Chemtrails terus ditaburkan, DEW dengan hasil kebakaran hutan dan gedung-gedung, Langit dibuat jadi Forecast, seakan-akan menghitam karena jelaga Batubara atau BBM,” sambung Dokter Tifa.

Menanggapi cuitan Dokter Tifa, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi turut membuka suara.

Menurutnya, publik perlu mempercayai informasi-informasi yang belum jelas pembuktian ilmiahnya.

Varian Eris Covid-19

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat untuk mewaspadai virus Covid-19 varian baru bernama EG. 5.1 (Eris) yang diketahui telah menyebar di 6 provinsi Indonesia.

Pemerintah pun diminta untuk melakukan langkah antisipasi agar varian Eris itu tidak menyebabkan ledakan kasus baru.

"Meskipun kita sudah memasuki fase endemi, saya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya virus baru Covid-19. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang akan merugikan masyarakat akibat varian ini,” ucap Puan seperti dikutip dari situs resmi dpr.go.id.

Menurut data Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, varian Eris ternyata sudah mendominasi Tanah Air sejak Juli hingga Agustus 2023, dengan persentase kasus positif sekitar lebih dari 20 persen.

 

Tags:
Pandemi 2.0

Muhammad Ibrahim

Reporter

Muhammad Ibrahim

Editor