Opini

Politik Rumput

Selasa 08 Agu 2023, 05:54 WIB

Perwakilan Federation International de Football Association (FIFA) untuk Piala Dunia U17 akhirnya melakukan pengecekan lapangan sepak bola Jakarta International Stadium (JIS). Dalam inspeksi tertutup itu akses jalan menuju JIS menjadi catatan penting FIFA menjelang turnamen bergulir, pada 10 November 2023.

Sementara hasil Inspeksi ke Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), dan berakhir di Stadion Manahan Solo banyak yang harus dibenahi. Disini FIFA menyoroti soal rumput stadion dan lapangan latihan yang tidak layak agar mendapat perbaikan.

Ada kemungkinan JIS bukan karena rumputnya tapi karena infrastruktur akses jalan yang tidak memadai dan sempit. Sehingga tidak perlu dipaksakan mengganti rumput jika masih bisa dimanfaatkan. Apa lagi biaya penggantian rumput mencapai Rp 6 Miliar yang rencananya diambil dari anggaran Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Anggaran sebesar itu lebih baik dikucurkan untuk sarana pendidikan Sekolah Negeri agar masyarakat terutama si miskin bisa merasakan nikmatnya sekolah gratis. Karena banyak warga miskin terpaksa menyekolahkan anaknya di Sekolah Swasta dengan biaya besar karena daya tampung sekolah negeri terbatas. 

Lalu kenapa reaksi begitu cepat terhadap infrastruktur dan rumput stadion ? Sementara masyarakat miskin yang bingung dan kesulitan sekolah negeri seperti dikesampingkan ? Banyak alasan, mungkin karena takut jadi sorotan dunia dan ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menggelar semua event olahraga. Bisa juga untuk menaikkan citra di tahun politik dengan memanfaatkan kedudukannya.

Event dunia olahraga memang perlu tapi jauh lebih penting meningkatkan pendidikan di tanah air. Karena si miskin tidak akan pernah menikmati pertandingan di stadion megah dengan mengeluarkan biaya kecuali orang yang ekonominya mumpuni. 

Jangan jadikan Politik Rumput hanya untuk pembenaran mencapai tujuan. Kesampingkan ego kepentingan jika untuk kesejahteraan masyarakat. Memang pemimpin tidak ada yang sempurna, tapi setidaknya mengakomodir dan mendengarkan apa yang sangat dibutuhkan rakyatnya. 

Rumput mengajarkan kita tentang filosofi hidup bagaimana menjadi orang yang tangguh dan adaptasi. Rumput dapat hidup dimana saja tanpa pandang tempat, selalu mudah beradaptasi dengan lingkungannya meskipun sulit dijangkau oleh air.  

Dari rumput kita sudah bisa mengambil banyak sekali pelajaran. Jadilah tangguh dan jadilah pribadi yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, kelak akan menjadi pribadi yang bisa diterima di setiap lingkungan dan daerah dimana kita memimpin. (*)

Tags:
JISrumputFIFA

Administrator

Reporter

Fernando Toga

Editor