JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Eks Wamenkumham Denny Indrayana menyinggung 2 menteri Nasdem kini tengah menjadi target operasi kembali.
Menurut Denny Indrayana 2 menteri dari Nasdem itu merupakan bagian dari upaya penggagalan pencapresan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang.
Dalam cuitannya, Denny Indrayana secara gamblang menyebut bahwa Partai Nasdem kembali digoyang dan diserang lewat 2 menteri-nya di kabinet.
"Informasi terakhir, Partai Nasdem kembali digoyang dan diserang. Kali ini yang dijadikan sasaran tembak adalah 2 menteri kader Nasdem lainnya di kabinet. Menteri SYL akan dijeratkan dugaan pidana narkoba, sedangkan Menteri SN dijerat dengan dugaan kasus korupsi," tulis Denny Indrayana, disitat redaksi, Senin 6 Juni 2023.
Lantas, dari mana informasi tersebut didapat Denny Indrayana? Sebab cenderung sangat spekulatif sekali.
Denny Indrayana pun menjelaskan soal cuitannya terkait Nasdem dan 2 menteri-nya yang disebut bakal jadi target operasi tersebut. Kata dia, informasi yang didapat sudah beredar luas di kalangan para politisi. Sehingga tidak menjadi 'barang baru'. Akan tetapi, dinilai tidak banyak pihak yang berani menyuarakannya ke publik.
"Saya ini bukan orang yang punya monopoli informasi. Informasi-informasi yang saya share itu sudah bukan menjadi rahasia di antara teman-teman politisi. Tetapi kemudian ada persoalan-persoalan ketidaknyamanan kalau itu dituangkan ke publik, jadi saya yang lebih leluasa untuk menyampaikan itu," kata Denny di program Electionpedia, disitat Senin 6 Juni 2023.
Lebih jauh Denny bilang dirinya menyampaikan kabar-kabar itu karena dia dianggap memiliki kebebasan untuk menyampaikan. Lantaran dirinya disebut tak memiliki pretensi apapun.
"Saya sudah katakan dari awal, apa yang saya sampaikan sudah jadi pengetahuan yang ada di teman-teman, tinggal mau disampaikan ke publik atau tidak," katanya.
Denny kemudian menyinggung isu ini dengan kelanjutan cawe-cawe yang dilakukan Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2024. Di mana Presiden sangat tak menginginkan Anies Baswedan tampil.
Bagi Denny yang menyebut belajar ilmu hukum, kekuasaan menjadikan hukum sebagai alat, instrumen untuk strategi pemenangan Pilpres 2024. Sebut saja lewat pedang dewi keadilan yang seharusnya matanya ditutup, tetapi kini dibuka untuk bisa melihat dan menebas lawan oposisi, dan melepas kawan koalisi.
"Dan inilah yang saya khawatirkan, hingga kemudian saya tuangkan dalam beberapa akun sosmed. Saya sudah menuangkan soal cawe-cawe ini sejak 24 April 2023 lewat artikel 'Jokowi Mendukung Ganjar, Mencadangkan Prabowo, Menyingkirkan Anies'," kata Denny.
Sementara itu Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie mengaku tak mengetahui soal tudingan dan cuitan Denny Indrayana soal 2 kader dan menterinya jadi target operasi dengan kasus berbeda.
Baginya, Denny-lah yang harus menjelaskan ke publik soal isu dan narasi tersebut.
"Enggak tahu saya. Biar dijelaskan Prof Denny," katanya.
Akan tetapi Gus Choi menegaskan bahwa pihak-pihak yang sudah terjerat dalam kasus hukum, dipastikan tidak mungkin tak terlibat dalam pelanggaran hukum.
Gus Choi kemudian menyinggung soal aksi cawe-cawe yang belakangan ramai diperbincangkan. Kata Gus Choi, terserah publik apakah semua hal yang terjadi bisa dikaitkan sebagai buntut aksi cawe-cawe atau tidak.
Namun dari kacamatanya, cawe-cawe dalam pengertian Jawa memiliki arti ikut campur yang tidak terkait tugas pokok dan fungsinya. Dari sanalah muncul subyektifitas kepentingan orang yang ikut cawe-cawe.
"Sehingga kemudian menjadi logis kalau banyak pihak bertanya-tanya, curiga, khawatir, itu wajar. Apalagi itu yang melakukan presiden, kemudian kaitannya dengan pilpres, parpol. Sebab itu kemudian implikasinya besar sekali," kata dia.