Ade Armando singgung penurunan elektabilitas Ganjar. Foto: Kolase/Ist.

Nasional

Ganjar Selalu Memimpin Kini Disalip Prabowo, Ade Armando Anggap Tebakannya Terbukti: Saya Malah Diserang!

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegiat media sosial Ade Armando menyinggung elektabilitas Ganjar Pranowo yang kini disalip oleh Prabowo Subianto.

Ade Armando menyinggung data survei yang baru saja dirilis oleh Indikator Politik, disebutkan bahwa elektabilitas Prabowo berhasil menyalip Ganjar Pranowo.

Dalam survei tersebut, kata Ade Armando Ganjar harus puas mengantongi angka 34 persen, sementara Prabowo bertengger di puncak dengan 38 persen, dan Anies hanya 19 persen.

"Apa yang saya khawatirkan akhirnya sudah mulai terjadi. Suara dukungan terhadap Ganjar terus menurun, sementara suara dukungan terhadap Prabowo terus menaik," kata Ade Armando disitat Cokro TV, Selasa 6 Juni 2023.

Walau kabar baiknya, kata dia, suara Anies makin tertinggal, namun dirinya yang pendukung Ganjar merasa sedih dengan data survei pimpinan Burhanuddin Muhtadi itu. Sebab tanda-tanda kekalahan Ganjar dalam Pilpres 2024 dinilai semakin jelas.

Ade lantas menyinggung jika pertarungan berlangsung dua babak dengan menyisakan Prabowo dan Ganjar. Ternyata hasil survei menunjukkan, apabila di final ada Prabowo vs Ganjar, maka kemenangan Prabowo akan menjadi semakin naik, yakni 50.5 persen, sementara Ganjar 39,3 persen.

Artinya selisihnya mencapai 11 persen. Itu karena suara pendukung Anies sebagian besar pindah ke Prabowo Subianto, dan bukan ke Ganjar Pranowo.

Ade Armamdo Tetap Dukung Ganjar Pranowo

Walau begitu, Ade Armando mengaku karena bagian dari relawan pendukung Ganjar, maka dirinya tetap menganggap Gubernur Jawa Tengah itu sebagai kandidat terbaik. 

Dia juga percaya, apabila pemilihan dilakukan secara normal, maka masyarakat seharusnya akan memilih Ganjar Pranowo. 

"Tetapi masalahnya hidup tidak sesederhana itu. Ganjar selama berbulan-bulan memimpin terus persaingan perebutan suara pemilih, tapi dengan
cepat suara Prabowo meningkat sehingga menyalip suara Ganjar," katanya.

Menurut Ade Armando, salah satu faktor penting yang menyebabkan stagnannya atau menurunnya suara Ganjar adalah PDIP. Sebab tanpa disadari PDIP dianggap telah mematahkan semangat pendukung Ganjar dan menjadikan capres itu bukan sebagai pemimpin yang diharapkan Indonesia.

Ade sendiri mengaku sudah mengingatkan pandangan-pandangannya. Dia meminta agar PDIP menghentikan sikap arogan dan berhenti memperlakukan Ganjar sebagai petugas partai. Sebab dengan begitu, hanya akan menurunkan elektabilitas Ganjar. 

"Celakanya masukkan saya ini tidak ditanggapi dengan dewasa oleh PDIP.
PDIP malah menurunkan tim aktivis media sosialnya untuk menyerang
saya. Mereka bilang saya sebaiknya memikirkan saja nasib PSI daripada
cawe-cawe soal Ganjar ke PDIP. Ini kan menyedihkan," kata Ade Armando.

Bagi Ade, dirinya berkomentar soal Ganjar karena peduli dengan nasib bangsa. Dan dia merasa Ganjar adalah pilihan terbaik saat ini.

Sebagai relawan Ade mengatakan, sikap PDIP pula yang menyebabkan Jokowi dan anak-anaknya perlahan menjauh dari mendukung Ganjar. Lantaran Jokowi menganggap dirinya direndahkan.

Hingga akhirnya menurut Ade Armando sebagian relawan Ganjar berpindah haluan dan membangun image yang merendahkan capres PDIP itu.

Julukan sebagai petugas partai dinilai patut ditarik oleh PDIP. Karena kekhawatiran yang muncul di masyarakat adalah, jangan-jangan Ganjar adalah boneka PDIP atau Mega.

"Pertanyaan besarnya kalau Ganjar memang cuma jadi petugas partai apakah kebijakan dan pemilihan orang-orang yang akan menduduki posisi strategis nanti akan juga ditentukan oleh PDIP? Pertanyaan semacam ini sangat mengganggu mereka yang sebenarnya sudah tertarik untuk mendukung Ganjar," kata Ade Armando.

Tags:
ade armandoganjar pranowopilpres 2024PDIP

Reporter

Administrator

Editor