PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Pasca Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah ini, harga beras di Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan hingga tembus Rp 13 ribu perkilo.
Dari hasil pengawasan harga kebutuhan pokok yang dilakukan oleh petugas Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Pandeglang di pasar Badak Pandeglang, harga beras premium naik jadi Rp 13 ribu perkilo.
Sementara, beras medium sebesar Rp 11 ribu perkilo. Kemudian kenaikan harga juga disusul oleh bawang merah dan daging ayam potong.
Untuk harga daging ayam potong sebesar Rp 35 ribu perkilo, yang tadinya hanya Rp 30 sampai Rp 32 ribu perkilonya.
Harga bawang merah yang tadinya sebesar Rp 32 ribu sekarang mencapai Rp 35 ribu perkilo. Namun bawang putih masih tetap seharga Rp 30 ribu perkilo.
"Kalau sebagian komoditas yang lain harganya masih stabil. Yang mengalami kenaikan pasca Lebaran ini hanya beras, bawang merah dan ayam potong broiler," ungkap Nunu, salah seorang petugas UPT Diskoperindag Pandeglang, Jum'at (5/5/2023).
Dengan adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut, masyarakat Pandeglang mengeluh, seperti yang disampaikan oleh Anisah, salah seorang pembeli di pasar Badak Pandeglang.
Anisah mengaku, harga beras sekarang ini naik, padahal sebelum Lebaran masih stabil, tapi saat ini naik signifikan.
"Saat bulan puasa kan yang bagus itu harganya Rp 9.500 perkilo, sekarang Rp 11 ribu. Apalagi kalau beras premium mencapai Rp 13 ribu perkilo," katanya.
Jika harga kebutuhan pokok ini terus mengalami kenaikan lanjut dia, maka akan memberatkan masyarakat kecil seperti dirinya.
"Ekonomi saat ini sedang sulit ditambah harga sembako naik, tentu berat bagi kami," keluhnya.
Ia tidak mengetahui faktor apa yang menyebabkan harga beras ini naik. Padahal yang diketahuinya, para petani di wilayah Pandeglang selatan mulai panen.
"Sekarang mulai musim panen tapi harga beras malah naik. Harusnya mah kan turun harganya, kami harap pemerintah dapat menstabilkan lagi harga-harga kebutuhan pokok ini," harapnya. (Samsul Fatoni).