Suasana lokasi penembakan di kantor MUI Jakarta Pusat. (Pandi)

Nasional

Hasil Penyelidikan Polisi: Pelaku Penembakan Kantor MUI Tak Bermaksud Lone Wolf

Jumat 05 Mei 2023, 20:32 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi memastikan pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, Mustofa (60) bukan bagian jaringan teroris.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut, hal tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada pelaku bersama Densus 88 antiteror Polri.

"Hasil penyelidikan oleh Densus 88 yang dilaksanakan secara komprehensif dan berdasarkan database, sekali lagi, tersangka atas nama almarhum Mustofa ini tidak masuk dalam jaringan teror," katanya kepada wartawan, Jumat 5 Mei 2023.

Hasil pemeriksaan dengan metode interkolaborasi profesi juga didapati bahwa aksi pria asal Lampung itu bukan wujud serangan teror atau yang disebut lone wolf.

Hengki juga memastikan bahwa pelaku tidak terkooptasi dengan ideologi agama yang bersifat ekstrem. "Dan satu lagi yang menjadi catatan tidak ada aktor yang ada di belakangnya," katanya.

"Hal ini sejalan dengan hasil penyelidikan kami terhadap 39 orang saksi, baik terhadap internal MUI yang ada di Jakarta atau MUI Pusat, juga MUI Lampung, warga sekitar, keluarga dan pihak-pihak lain, termasuk terkait dengan senjata," tambah Hengki.

Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan terjadi di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia, di kawasan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023) siang.

Wasekjen MUI, Arif Fahrudin menyebut peristiwa penembakan terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Pelaku berjumlah satu orang datang ke kantor MUI menggunakan travel dengan alasan ingin bertemu pimpinan MUI.

"Pelaku satu orang turun dari travel bilangnya dari Lampung mau bertemu pimpinan MUI," kata Arif di lokasi.

Tiba di kantor MUI, pelaku marah karena tidak bisa bertemu dengan pimpinan MUI. Pasalnya, ada prosedur yang dilewati jika ingin bertemu dengan pimpinan.

Pria asal Lampung itupun langsung meletuskan tembakan. Akibatnya, dua orang petugas MUI yang berada di lobby luka-luka.

"Satu kena tembak di punggung, satu lagi ada luka robek kena pecahan kaca di tangan, sekarang sudah dilarikan ke rumah sakit," tuturnya.

Mengaku Wakil Nabi

Mustofa (60) pria yang melakukan penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga menyebabkan dua pegawai luka-luka ternyata ingin meminta legalitas sebagai wakil Nabi.

"Kalau dari yang bersangkutan seperti itu (minta legalitas MUI sebagai wakil nabi). Ini kan masih awalnya rekan-rekan, kita bersinambungan, belum selesai," kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa (2/5/2023) lalu.

Tags:
penembakan kantor muimustofaPolda Metro Jaya

Pandi Ramedhan

Reporter

Administrator

Editor