JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Politisi PDIP Adian Napitupulu menjawab tudingan bahwa partai berlogo banteng moncong putih itu disebut sombong.
Kata Adian, PDIP pada dasarnya sangat mengerti mana sikap sombong dan tidak. Dan yang dilakukan saat ini tentu dianggap bukan bagian dari itu.
Adian kemudian menjawab isu PDIP sombong itu dengan penjelasan mendalam. Menurut mantan tokoh dan pendiri Forum Kota (Forkot) ini, PDIP menjadi maju dan berada di puncak karena memang terpimpin dengan baik.
Kata dia, tidak mungkin PDIP mendapat sebuah kemenangan kalau tak ada faktor kepemimpinan.
"Tidak mungkin anggota tubuh ini bergerak kalau tidak ada yang memimpin atau tidak ada komandonya. Itu yang dipelajari. Partai sebagai sebuah organisasi juga harus terpimpin," katanya di ILC, disitat Jumat 5 Mei 2023.
Hal itu setidaknya sudah dibuktikan dalam beberapa sejarah PDIP yang tidak dialami oleh partai-partai lain seperti Nasdem, Golkar, atau Gerindra, terkait kekerasan yang pernah dirasakan PDIP.
"Belum pernah dalam sejarah Nasdem misalnya, orang pakai gambar Surya Paloh ditangkap. Lalu orang Golkar pakai kaosnya Airlangga ditangkap. Orang Gerindra pakai baju gambar Prabowo ditangkap," katanya.
"Di kita, kita pernah menghadapi situasi yang sangat menyakitkan dengan menggunakan kaos dengan muka Ibu Mega saja sudah menjadi orang yang bersalah di republik ini," katanya.
Dari sanalah PDIP kemudian dikatakan mampu bertahan, solid, dan terpimpin. Sehingga semua gerak bisa serempak dilakukan. Dan hal ini pula yang sangat berpengaruh pada proses pencapresan Ganjar Pranowo.
Sebut saja sebelum ada pengumuman pencapresan, survei menyebut ada 37 persen suara ke Ganjar, dan ada 17 persen suara tidak ke Ganjar dan pindah ke calon lain. Namun setelah pengumuman berikutnya, survei perlahan bergerak pelan-pelan kembali ke skema terpimpin.
"Survei berikutnya akhirnya kita tahu semua banteng kembali pulang ke kandangnya. Kita memang dilatih seperti itu, kita dilatih dari proses, bukan kelas, dan kita dilatih dari proses yang keras."
"Itulah yang jadi kelebihan PDIP, belajar dari kerasnya kehidupan proses pertarungan, bukan ketimbang orang yang belajar dari kelas ke kelas lalu mendapat sertifikat," katanya.
Adian lalu mengungkit partai mana yang pernah diserbu oleh banyak massa. Di mana ada 124 orang kemudian dipenjara, dan beberapa orang lainnya meninggal dunia.
Dengan penegasan itu, Adian mau memastikan bahwa PDIP bukanlah partai sombong. Sebab PDIP diklaim dibangun tidak dengan kata-kata, tapi dengan darah, keringat, dan air mata.
"Kalau ada yang sebut wah PDIP sombong, ingat kita mengerti mana yang sombong dan tidak. Mungkin kita akan bicara bangga soal kemenangan, tapi kan itu bukan sombong, bukan kesewenangan. Sebab tak ada darah, orang yang diculik, orang yang kita bunuh dalam proses perjalanan kita," kata Adian.