DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga datang dari berbagai daerah ke GOR Kostrad Cilodong di Depok Jawa Barat.
Mereka rela antre berjam-jam demi bisa diobati Ida Andriani alias Ida Dayak. Pengobatan tradisionalnya ini viral di TikTok.
Namun massa yang membeludak membuat Ida Dayak kewalahan.
Ribuan warga masih memadati area dan bertahan sampai dengan Senin siang (3/4/2023).
Erni, 42 tahun, mengaku mendapatkan informasi pengobatan dari media sosial.
Dia jauh-jauh datang dari Karawang ke Depok untuk mengobatkan ayahnya yang memiliki penyakit stroke.
Niat serupa juga disebutkan Wati, 50 tahun. Warga Cibubur ini datang ke Depok untuk mengobatkan ayahnya yang memiliki penyakit stroke.
Sementara Tini jauh-jauh dari Bekasi ke Depok untuk mengobatkan anaknya Roy, 32 tahun. Roy didiagnosis dokter mengalami pemutusan batang otak akibat menjadi korban tabrak lari.
"Ada pemutusan batang otak kalau dari diagnosa medisnya. Jadi korban tabrak lari waktu mau pergi ke vaksin. Keluar kompleks lalu ditabrak mobil," ucap Tini.
Namun sangat disayangkan pengobatan alternatif Ida Dayak di GOR Kostrad Cilodong Depok batal dilaksanakan akibat membeludaknya pasien.
"Mohon maaf. Saya mengumumkan Ibu Ida tidak bersedia atau tidak mampu untuk melakukan pengobatan. Karena kondisinya ramai sekali. Tidak mungkin melakukan pengobatan satu per satu," kata Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun saat mengumumkan ke warga di Kostrad Cilodong Depok pada Senin (3/4/2023).
Bobby Rinal Makmun menyebutkan jumlah pasien yang membeludak ini tidak bisa selesai dalam 4 hingga 5 hari.
“Karena jumlah begini banyak tidak mungkin selesai dalam waktu 4 - 5 hari. Semoga Bapak Ibu selamat dalam perjalanan pulang ke rumah. Nanti kita atur waktunya,” lanjut Bobby Rinal Makmun.
Beberapa warga mengaku kecewa. Mereka sudah antre sejak subuh.
Supriyanto asal Cilegon mengungkapkan rasa kecewanya. Sudah capek-capek antre lalu pengobatan batal digelar karena warga tak tertib. ***