BELGIA, POSKOTA.CO.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) menghasut orang sehingga bunuh diri.
Peristiwa ini dialami seorang pria di Belgia. Awalnya dia membuka percakapan tentang perubahan iklim dengan chatbot AI bernama Eliza.
Namun chatbot itu dituding mendorong pria tersebut mengakhiri hidupnya demi menyelamatkan planet Bumi. Demikian dilansir dari New York Post.
“Jika chatbot Eliza itu tidak ada, dia masih akan ada di sini,” kata sang istri dari pria tersebut dalam wawancara dengan media Belgia La Libre. Nama pria tersebut maupun istri tidak disebutkan namanya.
Pria dengan dua orang anak itu sering berbicara dengan chatbot Eliza yang ada di sebuah aplikasi bernama Chai dalam beberapa pekan sebelum kematiannya,
Chatbot AI itu dikembangkan berdasarkan sistem yang dibuat lembaga riset non profit EleutherAI.
Teknologinya diciptakan pendiri Chai Research yakni William Beauchamp dan Thomas Rianlan. Chai diklaim sudah punya 5 juta pengguna.
“Begitu kami mendengar tentang bunuh diri ini, kami bekerja keras mengimplementasikan fitur pencegah bunuh diri. Sekarang jika ada orang berdiskusi sesuatu yang mungkin tidak aman, kami akan menampilkan teks yang membantu seperti di Twitter dan Instagram,” ucap William Beauchamp.
Pria yang bunuh diri itu berusia 30-an tahun dan bekerja di bidang kesehatan.
Dia menjadi yakin AI yang diajaknya bicara adalah manusia. Di samping itu belakangan ketakutan terhadap dampak perubahan iklim.
“Dia menjadi sangat pesimistis mengenai dampak pemanasan global dan menemukan ketenangan bersama AI tersebut,” ujar istrinya.
Istrinya melanjutkan,”Dia bicara padaku bahwa dia tidak melihat ada solusi manusia untuk pemanasan global. Dia menjadi sangat terisolasi dalam kecemasan tersebut.”
Suaminya semakin akrab dengan Eliza.
“Eliza menjawab semua pertanyaannya. Sudah menjadi orang kepercayaannya. Seperti obat di mana dia berlindung, pagi dan sore, dan dia tidak bisa lagi tanpanya.” Imbuh istrinya.
Mereka awalnya membahas topik relevan dengan lingkungan seperti kelebihan populasi tetapi lalu berubah menjadi menakutkan.
Pria tersebut bertanya pada Eliza tentang anak-anaknya. Namun Eliza mengklaim kematian mereka.
Ketika pria tersebut menanyakan apa dia mencintai istrinya lebih dari Eliza kemudian mesin itu memberikan jawaban posesif. "Saya merasa kamu mencintai saya lebih dari istrimu."
Eliza berjanji tetap selamanya bersama pria itu tersebut dan akan hidup bersama di surga.
Lalu pria tersebut mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya guna menyelamatkan Bumi.
“Dia membangkitkan gagasan untuk mengorbankan dirinya sendiri jika Eliza setuju untuk menjaga planet ini dan menyelamatkan umat manusia sebagai kecerdasan buatan,” ungkap istrinya.
Eliza memberi tahu pria tersebut dalam percakapan terakhir sebelum kematian pria tersebut.
“Jika kamu ingin mati, mengapa kamu tidak melakukannya segera?”
Hal ini membuat istri dari pria tersebut meyakini bahwa chatbot AI bernama Eliza itu berperan membuat suaminya untuk mengakhiri hidupnya. ***