PARIS, POSKOTA.CO.ID - Pada laga Paris Saint-Germain vs Lyon, fans PSG membentangkan spanduk berisi kecaman untuk Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Ini berisi sindiran terkait larangan setop pertandingan untuk buka puasa bertanding di Ligue 1.
Fans PSG mengecam FFF karena menolak setop pertandingan malam selama bulan suci Ramadhan agar pemain Muslim dapat buka puasa.
Dilansir dari Anadolu Agency, FFFmengutip prinsip "netralitas sepak bola di tempat latihan" sebagai alasan larangan setop pertandingan untuk buka puasa.
Sementara fans PSG yang hadir di pertandingan lawan Lyon membentangkan spanduk berisi kecaman untuk FFF.
"Sebuah kurma dan segelas air minum, tapi menjadi mimpi buruk bagi FFF," kata spanduk Collectif Ultras Paris, kelompok penggemar PSG yang duduk di belakang gawang di Parc des Princes, mengkritik keputusan FFF.
Sementara pada pertandingan tersebut, PSG takluk oleh Olympique Lyon 1-0 dalam pertandingan pekan ke-29 di kandang mereka. Sebelumnya Les Parisiens juga takluk di tangan Rennes.
Larangan Setop Pertandingan untuk Buka Puasa
Untuk menghormati sekularisme Prancis, FFF pekan lalu dilaporkan mengirim email ke Komisi Wasit Federal (CFA) yang melarang interupsi selama pertandingan sepak bola bagi pemain Muslim untuk membiarkan mereka berbuka puasa.
FFF telah mengirim email peringatan kepada wasit bahwa menghentikan pertandingan untuk mengizinkan pemain Muslim berbuka puasa tidak akan diizinkan.
Sementara, para pemain beragama Islam saat ini sedang menjalani periode Ramadhan yang mengharuskan mereka untuk tidak minum atau makan dari fajar hingga matahari terbenam.
Langkah FFF itu sangat kontras dengan keputusan Premier League. Liga Inggris diketahui telah menginstruksikan wasit untuk menghentikan sementara pertandingan agar pemain dapat mengonsumsi makanan dan minuman.
Dilansir dari Daily Mail, ofisial pertandingan di empat divisi profesional Inggris telah diminta untuk menghentikan pertandingan pertandingan malam agar pemain Muslim dapat menggunakan cairan, gel energi, dan suplemen.
Tim-tim Inggris juga diminta untuk mencoba dan menyetujui waktu dengan wasit sebelum kick-off untuk penghentian singkat berlangsung.
Namun, keputusan yang berlawanan telah dibuat di divisi profesional Prancis dengan email FFF.
“Sepak bola tidak memperhitungkan pertimbangan politik, agama, ideologi, atau serikat pekerja dari para pelakunya,” tulis email FFF yang bocor, dikutip dari Daily Mail pada Selasa (4/4/2023). (*)