JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sebanyak 16 desa di 8 kecamatan Sragen, terkepung banjir akibat Sungai Bengawan Solo meluap. Ketinggian air mulai 20 centimeter hingga 100 centimeter.
Akibatnya 995 unit rumah warga, 10 unit sekolah, dan 2 fasilitas kesehatan juga terendam banjir, kata Ketua pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Agus Cahyono, Kamis (2/3/2023).
Banjir, kata Agus, juga menyebabkan 3.690 KK dengan 11.185 jiwa terdampak. Begitu juga 16 unit masjid, 10 jembatan jalan kampung, 40 pertokoan dan kurang lebih 1.203 hektar sawah terendam.
Sementara 8 kecamatan yang terdampak diantaranya, Kecamatan Sragen, Sidoharjo, Masaran, Tanon, Plupuh, Gesi, Sukodono dan Kecamatan Jenar.
Agus mengungkapkan, debit air paling tinggi melanda Desa Tangkil, Kecamatan Sragen yakni mencapai satu meter. Banjir ini dirasakan 277 KK dengan 1.256 jiwa.
Ketinggian air di jalan ataupun di rumah berkisar 50 cm - 100 cm. Area persawahan yang tergenang kurang lebih 80 hektar.
Tim relawan, lanjutnya, juga mengevakuasi satu korban tersengat listrik dan sejumlah lansia.
"Ada satu orang tersengat listrik dan empat lansia yang dievakuasi ke Posko Pengungsian Rumah Kepala Desa Tangkil," kata Agus.
Agus melanjutkan hujan deras telah mengguyur wilayah Solo Raya sejak Rabu (1/3) siang. Hal ini mengakibatkan sungai meluap menggenangi sepanjang daerah perkampungan yang berada di bantaran aliran Sungai Bengawan Solo.(tri)