JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di Tahun 2023, Drummer NOAH, Rio Alief memiliki resolusi khusus, ia berharap kehidupan pribadinya menjadi lebih baik.
Hal itu ia sampaikan melalui Instagram miliknya.
"Ya Allah , apapun rencanamu, semoga tahun 2023 jauh lebih baik, Aamiin ... 2022 adalah tahun terberat buat gw, mngkin banyak hal lain yg tidak bs gw share ke publik .. Semoga tahun 2022 ini bs memberikan pelajaran yg sangat berarti bagi gw, lebih dewasa lg, lebih ikhlas lagi dalam menghadapi apapun dan menjalani semua semata-mata krn Allah SWT ... Aamiin .. #thankyou2022," tulis Rio Alief, Minggu (1/1/2021).
Sebelumnya istri Rio Alief, Clerence Chyntia, meninggal dunia akibat penyakit yang diidapnya.
Rio drummer NOAH mengaku tak pernah melupakan setengah jam dirinya menemani sang istri melewati sakaratul maut.
"Itu boleh dibilang satu momen nggak akan dilupakan. Jadi setengah jam terakhir itu, saya ada di sampingnya dia," cerita Rio Alief, beberapa waktu lalu.
Rio Alief pada 17 Oktober 2022 baru tiba dari Amsterdam usai manggung bersama NOAH.
Pada 18 Oktober 2022, istri Rio Alief yang juga merupakan artis FTV itu meninggal dunia.
"18 Oktober 4.15 WIB, kita nginap, ada saya, mama saya, kakak ipar saya, suami kakaknya dia. Sebenarnya hanya boleh dua orang yang menunggu, tapi pihak RS ngerti," sambungnya.
Rio Alief dan keluarga saat itu memang tak mau menempatkan Clerence Cynthia di ruang ICU.
Saat itu, dokter juga sudah memberikan sinyal soal kondisi Clerence yang sudah sulit ditolong karena mengidap neuroendocrine tumor stadium 4.
"Kita nggak mutusin di ICU atau pasang ventilator. Kita sudah ya seperti tinggal nunggu, bahkan saat itu dokter sudah sampai bilang maaf kita sudah sampai di sini. Saya 'Hah sudah nih sampai di sini saja?' Berarti saya tinggal di rawat inap, saat itu (Clerence dipanggil oleh Yang Maha Kuasa) nggak tahu kapan," tuturnya.
"Habis salat subuh, mama saya salat subuh. Mama manggil, 'Ini Clerence detak jantungnya sudah mulai turun.' Jadi kan ada (detak jantung) 80 ke 100 dari 50 ke 0 itu setengah jam, itu sakaratul mautnya kita menemani. Bersyukur kita bisa menemani," kenang Rio Alief.
"4.15 WIB (18 Oktober) kebangun, napas (Clerence) pelan banget. Sampai 4.45 WIB-lah sampai saya (bicara ke Clerence), 'Ya sudah kalau capek kita sudah ikhlas. Kalau kamu sudah capek kita ikhlas.' Itu momen terberat," ungkapnya seraya menceritakan detik-detik Clerence meninggal dunia. (*/mia)