JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, terus melakukan pengusutan terkait kasus mobil minibus pengangkut 5 jerigen Bahan Bakar Minyak (BBM), yang terbakar di Jalan Letjend Suprapto, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu (9/11/2022) dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Komarudin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan penyidik, kini sopir dan kernet dari minibus nahas tersebut telah diketahui identitasnya.
"Untuk sopir dan penumpang sudah diketahui. Sementara mereka sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Islam Cempaka Putih karena mengalami luka bakar," ujar Komarudin saat dihubungi, Jum'at (11/11/2022).
Terkait dengan perkembangan kasus, lanjut Komarudin, saat ini kasus masih berada dalam tahap penyelidikan karena masih didalami apakah terdapat unsur pidana dalan insiden mobil terbakar ini.
"Untuk perkembangannya, sampai sekarang masih penyelidikan ya. (Unsur pidana) masih didalami penyidik," kata dia.
Komarudin menambahkan soal dugaan penyebab, diduga minibus ini terbakar karena mengangkut BBM dalam wadah yang tak sesuai standar keamanan.
"Dugaan sementara, karena mereka mengangkut BBM menggunakan jerigen. Kemudian, ada juga pengakuan dari dua orang itu, salah satu di antaranya menyebut sedang merokok di mobil saat mengangkut BBM tersebut. Sementara dugaannya seperti itu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, satu unit mobil jenis minibus merek Honda Mobilio, mengalami insiden terbakar di Jalan Letjend Suprapto Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu (9/11/2022) dini hari.
Peristiwa terbakaranya satu unit minibus di Jalan Letjend Suprapto Johar Baru, Jakarta Pusat ini pun, dibenarkan oleh Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Asril Rizal.
Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 9, November 2022 sekira pukul 03.05 WIB dini hari tadi.
"(Ada minibus terbakar di Jalan Letjend Suprapto?) Iya benar, objek terbakar minibus merek Honda Mobilio berisi 5 jerigen BBM," kata Asril dalam keterangannya.
Asril menyebut, penyebab terbakarnya minibus bermuatan BBM ini, diduga karena terjadinya hubungan arus pendek (korsleting) pada sistem kelistrikan kendaraan.
"Dugaan penyebab, korsleting kelistrikan," ujar dia.
Pun, tutur Asril, dalam upaya pemadaman minibus ini, pihaknya mengerahkan sebanyak 4 unit mobil pompa pemadam kebakaran (damkar) beserta 20 personelnya.
Dia menjelaskan, kendala yang terjadi dalam upaya pemadaman ini, ialah kobaran api terus membesar karena mobil bermuatan 5 jerigen BBM yang mudah terbakar.
"Unit tiba pukul 03.10 WIB dan memulai operasi pemadaman. Namun, memerlukan bantuan ekstra karena mobil yang terbakar bermuatan 5 jerigen BBM di dalam kabinnya," tuturnya.
"Pemadaman selesai pukul 03.48 WIB, dan pihak Kepolisian sudah di TKP. Korban nihil," tukas Asril. (Adam).