Sental-Sentil

Obrolan warteg: Jangan Takabur Bebas Krisis

Jumat 11 Nov 2022, 06:34 WIB

Di tengah beragam ancaman krisis, di saat sejumlah negara berjibaku mengatasi resesi, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen pada kuartal III Tahun 2022.

Pertumbuhan ini memukau dunia, hingga banyak media asing memberitakannya. Tapi dibalik meningginya pertumbuhan ekonomi ini,  terselip sinyal perlunya kehati- hatian di akhir tahun, mengingat ancaman masih cukup besar.

Boleh jadi tidak sebaik kuartal sebelumnya, begitupun ketika memasuki tahun 2023, sebagai tahun politik.

“Intinya jangan terbuai karena tingginya pertumbuhan. Ibarat habis menang tanding, boleh bangga, tetapi jangan terlena karena musuh berikutnya akan lebih berat,” kata mas Bro mengawali obrolan warteg usai maksi bersama sohibnya, Yudi dan Heri.

“Apalagi sampai takabur dapat memenangkan pertandingan berikutnya, siapa pun lawan yang dihadapinya,” tambah Heri.

“Meski merasa yakin dan mampu dapat menghadapi resesi global, mampu menghindari krisis, tetapi tidak perlu digembar – gemborkan,” kata Yudi menimpali.

 “Ingat zaman iku owah gingsir – zaman terus berubah. Karenanya kita harus bersyukur, bukan malah takabur. Bersyukur atas apa yang sudah kita raih, bukan lantas menjadi angkuh dan menyombongkan diri,” ujar Heri.

“Belum lagi adanya fakta, di balik peningkatan, terdapat perlambatan pertumbuhan pada sektor tertentu yang berujung kepada PHK pada industri padat karya seperti tekstil, garmen dan sepatu,” kata mas Bro.

“Memberi harapan kebaikan sudah seharusnya agar masyarakat menjadi tenang. Tetapi memberikan warning juga perlu agar semua pihak tetap waspada,” ujar Yudi.

“Yang penting jangan kebablasan. Jangan pula sampai PHP, sehingga situasi berubah dari senang menjadi mengerikan,” tutup mas Bro. (jokles).

Tags:
Sental-SentilObrolan Wartegtakabur

Administrator

Reporter

Administrator

Editor