BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak empat orang dalam satu keluarga di Kalideres Jakarta Barat ditemukan meninggal dunia, kepolisian menduga korban meninggal karena kelaparan, hal ini turut direspon oleh kriminolog.
Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon mengungkapkan berbagai faktor terjadi terhadap korban.
"Jadi memang kalau mereka tinggal di komplek perumahan, bisa aja memang, mereka ini kelaparan atau tidak mampu membeli makanan dalam konteks kesulitan ekonomi, maupun adanya konteks pembiaran gitu," ujar Josias Simon saat dikonfirmasi Poskota, Jum'at (11/11/2022).
Yang kedua, Josias menganalisa ada konteks pembiaran terhadap para korban yang rata-rata usia telah senja.
Hingga para korban tak dapat pasokan makanan dari orang-orang terdekat.
"Pembiaran dimana mereka memang, karena lansia mereka dibiarkan aja gitu, Jadi gak ada pasokan makanan. Pembiaran, karena memang betul-betul memang tidak ada anggaran atau dana gak ada uang buat beli makanan gitu," tutur Josias Simon.
Empat orang korban, yang diantaranya merupakan satu keluarga yakni Rudianto (71), Margaret (58), mereka berdua pasangan suami istri.
Kemudian Dian (40) anak korban dan Budianto (69) adik dari Rudianto.
Korban ditemukan meninggal di rumah yang berlokasi di Komplek Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. Kamis (10/11/2022).
Diduga jasad korban telah meninggal dunia selama tiga minggu di dalam rumah.
Jasad para korban pun membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap dan mengganggu indera penciuman.
Dugaan cobaan bunuh diri pada korban
Josias Simon pun membeberkan, ada hal menuju ke arah percobaan bunuh diri terhadap para korban.
"Itu kan bisa juga, tidak ada yang bisa dimakan segala macam, otomatis timbul tidak kemampuan tubuh, harus ditelusuri kepolisian, ada bentuk kekerasan tidak," jelasnya.
Tak hanya itu, ada penjelasan ilmiah terkait kondisi tubuh yang berbeda usia baik anak, dewasa hingga lansia.
Lansia dalam hal ini memang sangat rentan.
"Ya artinya nanti kita cek keberadaan mereka dirumah itu, bagaimana mereka bisaa tinggal dirumah itu, apakah memang ditempat kan khususnya rumah jompo, atau siapa diminta mengurus siapa yang ngurus harus ditanya kembali," ungkapnya.
Hal ini menurutnya harus jadi perhatian semua pihak dan kalangan. Ia berharap masyarakat sekitar tidak pasif bila melihat adanya fenomena tersebut. (Ihsan Fahmi)