BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Siagakan hadapi potensi bencana hidrometeorologi, PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan instruksikan perangkat daerah lakukan mitigasi struktural dan non-struktural, aktivitasikan posko darurat hingga kesiapan personel.
Hal ini ia jelaskan, karena Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan berkategorikan risiko bencana sedang hingga tinggi.
“Salah satu program prioritas dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ada beberapa instruksi yang harus disampaikan sebagai langkah preventif menghadapi bencana hidrometeorologi, karena Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan indeks resiko bencana sedang tinggi,” ujar Dani Ramdan dalam keterangannya, Senin (10/9/2022).
Lebih lanjut pencegahan mitigasi tak berpengaruh dengan bebas akan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Demikian, adanya aliran sungai serta DAS dinilai masih lemah dengan adanya perubahan iklim, karena karakteristik sungai memiliki siklus tahunan.
“Tidak ada istilah bebas banjir di daerah aliran sungai, karena karakteristik sungai, DAS dan hujan memiliki siklus tahunan, 5 tahun, 10 tahun, selain itu manajemen sungai kita yang masih lemah serta ada fenomena climate changes,” ungkapnya.
Nantinya bagi perorangan hingga kelompok dapat mensosialisasikan untuk mengantisipasi bencana.
Diantaranya masyarakat dapat memelihara saluran air, sumur resapan, pengelolaan sampah. Hal ini sebagai upaya masyarakat dapat memahami mitigasi dan pra hingga pasca bencana.
“Paling pokok masyarakat mau memelihara saluran air, sumur resapan di rumah masing-masing. Langkah berikutnya harus memahami upaya apa yang dilakukan sebelum, dan sesudah bencana agar tidak menjadi korban.” tuturnya.
Sementara itu, kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis menjelaskan, upaya penanganan banjir, pihaknya mensiagakan tim penyelamat hingga ke tenda pengungsian, mendirikan posko, dapur umum, pengiriman perahu karet, pengiriman karung plastik, pemberian bantuan logistik, dan rehabilitasi tanggul yang rusak.
“Berbagai penanganan yang dilakukan akan kami sinergikan bersama TNI dan Polri, mulai dari evakuasi penyelamatan hingga memperbaiki tanggul yang rusak.” ucap Muchlis.
Berikut 10 instruksi PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan, diantaranya:
1. Normalisasi sungai, rehabilitasi embung, dan membuat sumur resapan.
2. Aktifkan Posko siaga bencana darurat
3. Memantau cuaca desiminasi peringatan dini bencana Hidrometeorologi.
4. Kesiapsiagaan personel, logistik dan peralatan.
5. Menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian.
6. Susunan Rencana Kontigensi perjenis dan ideologi bencana.
7. Lakukan gladi dan simulasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.
8. Lakukan patroli sungai, tebing, tanggul dan saluran-saluran air lainnya.
9. Lakukan operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) pada saat terjadi bencana Hidrometeorologi.
10. Menyiapkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. (Ihsan Fahmi).