JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ceramah Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang menyebut pahlawan nasional Kapiten Pattimura beragama Islam mengagetkan berbagai pihak.
Dalam ceramah UAH, sebagaimana beredar Youtube, dan media sosial, menyebutkan bahwa nama asli Kapiten Pattimura adalah Ahmad Lussy, bukan Thomas Matulessy.
"Kami berusaha mencari, lihat, tanya pakar sejarah dikumpulkan. Allahuakbar. Ternyata nama aslinya kapiten Pattimura itu bukan Tomas tapi Ahmad Lussy," kata Ustaz Adi Hidayat dalam video viral berdurasi 1 menit 24 detik viral beberapa hari terakhir.
Ia lantas menjelaskan lagi, nama itu merupakan sosok kyai, yang punya banyak santri, Ia melawan Belanda didukung para santrinya.
"Siapa Ahmad Lussy itu? beliau itu adalah seorang pejuang, beliau itu adalah seorang Kiyai, beliau itu adalah seorang pemimpin pesantren. Beliau arahkan anak-anak santrinya untuk berjuang menegakkan kebenaran di bumi pertiwi ini," kata Adi Hdayat dalam video itu.
Rupanya, atas ceramah yang berisi sejarah sosok Kapiten Pattimura itu, pegiat media sosial Denny Siregar menyindir UAH, melalui cuitan di akun twitternya. Denny Siregar menyebut kalau jadi ustaz nyeberang jadi sejarawan , ya amburadul jadinya.
"Jadi ustad ya ustad aja, fokus ngajar ahlak. Kalo nyebrang jadi sejarawan, ya amburadul jadinya. Itu kayak guru biologi nekad ngajar kalkulus," tulis @dennysiregar7.
Cuitan itu banyak sekali netizen yang memberi tanggapan, baik yang pro maupun yang kontra. Ada juga yang mencoba memberikan penjelasan berdasarkan sumber.
"Si ustadz itu buta sejarah tentang pahlawan Nasional Indonesia, coba aja si ustadz itu bahas Maria Ozawa pasti benar sejarahnya "berapa kali Maria Ozawa main?", "berapa kali Maria Ozawa kesakitan?", dan "berapa kali Maria Ozawa nge-fly mimpi indah?" tulis netizen @vincentiuslee17
"Ustadz zaman now, pintar2.. ahli semua bidang ilmu.. bgt sadar salah, tinggal ngeles 'kebenaran hanya milik yg Di Atas," tulis @mansurtalangko.
Kemudian ada yang menyangkal Denny Siregar dengan berbagai argumennya, di antaranya, menyebut bahwa ustaz adalah guru. Guru harus berpengetahuan luas, termasuk mengajar sejarah Islam.
Lah ustadz juga mengajar SKI (sejarah Kebudayaan Islam),lo maen2 ke sekolah madrasah tsanawiyah den,,bagaimana ustadz bisa menerangkan sejarah peradaban islam kalau tdk tahu ilmi sejarahnya?termasuk peradaban islam di nusantara," tulis netizen @saheerkahn.
"Keliatan ga pernah ngaji lu om den, setengah lebih isi Alquran itu sejarah masa lampau umat² terdahulu, sisanya surga neraka ( masa depan ). Ada ustad bahas sejarah kok kaget. Kagetan luuuuuuuu, tiati jantung," tulis @rioerl.
Nah, ada lagi yang nyeletuk mengembalikan ke posisi Denny Siregar yang banyak berkomentar berbagai massalah.
"Kalo elo ahli apa Den, semua hal elo komentarin. Menepuk air di dulang," tulis akun .@debus memberi sanggahan menohok.
Lantas ada yang memberikan informasi berdasarkan sumber, entah bagaimana kebenarannya.
"Sekadar info. Ini bukan bicara'benar'salah,memang ada buku brjdul "Api sejarah"karya Ahmad Mansur Suryanegara. Di dalamnya tertulis tentang Pattimura sbg Ahmad Lessy yg disebut Musli," tulis akun @fyandika1.
Ada lagi yang mencoba menyangkal pendapat UAH bahwa Kapiten Pattimura beragama Islam, seperti diungkap akun @kaihatu_anthony.
"Saya sangat jengkel. Dengan entengnya dia membalikan fakta. Saya lahir dan besar di pulau Haruku Maluku 1 pulau dengan marga Matulessy. Orang asli penduduk Maluku seluruhnya memiliki nama marga atau Vam. Dan selama ini saya tidak pernah mendengar nama Marga/Vam Lussy di Maluku," ujarnya.
Namun, pendapat ini dikritisi oleh akun @denise_tahisane, ia menyebut bahwa belum pernah mendengar itu bukan berarti tidak ada.
"Bung..sekedar meluruskan...belum pernah mendengar itu bukan berarti tidak ada...Untuk ketahuan Bung...Marga Lussy itu ada di Maluku...tepatnya di Pulau Seram...Negeri Latu/Hualoy...demikian Bung...Salam," tulis akun @denise_tahisane. (*/win)