JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Ratusan personel polisi dihadang oleh santri saat ingin melakukan penangkapan terhadap Moch Subchi Al Tsani alias Mas Bechi, yang menjadi DPO kasus pencabulan.
Bentrokan antara polisi dan santri itu terjadi pada Kamis (7/7/2022). Ini bermula ketika personel gabungan dari Polda Jatim, Polres Jombang dan Satbrimob mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang dalam upaya penjemputan paksa anak Kiai Jombang pemimpin Ponpes tersebut.
Peristiwa ini turut dikomentari oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim. Dirinya mempertanyakan bagaimana bisa santri dilibatkan untuk menghadang serta melawan polisi, bahkan santri di bawah umur juga.
Sebelumnya beredar video di media sosial soal keadaan mencekam ketika polisi melakukan penggerebekan di pondok pesantren.
Video upaya penjemputan paksa anak Kiai pelaku pencabulan itu dibagikan oleh akun Instagram @inijawatimur pada Kamis (7/7/2022).
Dalam video tersebut, tampak situasi menegangkan saat puluhan santri panik dan berlarian. Terlihat pula sebagian dari mereka merupakan anak-anak.
Terdengar para santri yang dikepung polisi itu meneriakkan seruan “Allahussalam” berulang-ulang.
Di video lainnya telihat polisi berusaha masuk, serta menangkap sejumlah orang yang diduga melakukan perlawanan terhadap petugas.
Politikus PKB Luqman Hakim pun mempertanyakan keterlibatan santri di bawah umur yang menghadang polisi itu.
Dirinya tak habis pikir bagaimana bisa santri dikerahkan menghalangi polisi untuk menangkap pelaku pencabulan, Mas Bechi, yang merupakan anak Kiai Jombang pemimpin Ponpes itu.
Perlu dicermati apa yg terjadi dg pesantren Shiddiqiyyah Ploso ini. Bagaimana bisa santri2, bhkn yg masih di bawah umur, diajarkan dan dikerahkan utk melawan Polisi yg bekerja menegakkan hukum?
— Luqman Hakim (@LuqmanBeeNKRI) July 7, 2022
Saya minta @Kemenag_RI lakukan evaluasi serius thd Pesantren Shiddiqiyah ini! https://t.co/tJkvZa5AGW
Luqman menilai ada upaya pengerahan santri di balik peristiwa penghadangan polisi itu.
“Perlu dicermati apa yang terjadi dengan pesantren Shiddiqiyyah Ploso ini. Bagaimana bisa santri-santri, bahkan yang masih di bawah umur, diajarkan dan dikerahkan untuk melawan polisi yang bekerja menegakkan hukum?,” kata Luqman di akun Twitter-nya @LuqmanBeeNKRI, pada Kamis (7/7/2022).
Kemudian politikus PKB itu meminta Kementerian Agama untuk menanggapi masalah ini dengan serius. Luqman meminta ada evalusasi dari Kemenag terhadap Ponpes Shiddiqiyyah Ploso.
“Saya minta Kementerian Agama RI melakukan evaluasi serius terhadap Pesantren Shiddiqiyah ini!,” tegas Politikus PKB itu terkait peristiwa polisi dihadang santri saat ingin menangkap pelaku pencabulan anak kiai pimpinan Ponpes. (frs)