JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegiat media sosial Nicho Silalahi sentil keras Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan setelah mengumumkan kenaikan harga tiket Candi Borobudur untuk turis lokal hingga mancanegara.
“Mestruasi Ngumumkan Harga Tiket Masuk Borobudur, Untuk Turis Lokal Rp.750 Ribu dan Turis Asing $100,” tulis Nicho dalam Twitter resminya @Nicho_Silalahi yang dikutip Poskota.co.id, Senin (6/5/2022).
Sebagai informasi, Nicho Silalahi memiliki singkatan nyeleneh untuk gelar Menko Marves itu yakni ‘menstruasi’.
Adapun asal usul singkatan itu karena permintaan Jokowi pada Luhut untuk mengurus minyak goreng itu membuat cap sebagai ‘menteri serba bisa’ semakin melekat.
“Ia Lo itu Menstruasi (Mentri Segala Tempat Untuk Atasi Situasi) ya ga pak @jokowi?,” tulis Nicho di akun Twitternya @Nicho_Silalahi, dikutip pada Jumat (27/5/2022).
Lebih lanjut, menurut Nicho, dengan dipatok harga Rp 750 ribu untuk turis domestik dan USD 100 untuk turis mancanegara bakal menghancurkan perekonomian rakyat yang berjualan di Candi Borobudur.
“Gue Cuma Mau Bilang Mantaf Cara Lo Untuk Menghancurkan Perekonomian Rakyat Yang Menggantungkan Hidupnya Berjualan Disana, Selamat Datang Privatisasi Borobudur,” tulisnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana bukan menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur untuk turis domestik menjadi Rp 750 ribu, melainkan harga tersebut untuk naik ke area stupa Candi Buddha itu.
Sedangkan wisatawan mancanegara atau wisman, tarif masuk itu dipatok US$ 100 atau Rp 1,4 juta. Namun untuk pelajar, tarifnya tetap Rp 5.000.
Sementara, tarif masuk ke kawasan Candi Borobudur masih diharga Rp 50 ribu. Harga itu sama dengan yang berlaku saat ini.
Namun, ia mengatakan rencana kenaikan tarif masuk area stupa Candi Borobudur belum final.
“Karena masih akan dibahas dan diputuskan oleh Presiden di minggu depan," kata Luhut dalam keterangan tertulis Minggu (5/6/2022).
Selain menaikkan harga, Luhut mengatakan pihaknya juga sepakat akan membatasi kuota turis yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur, yakni hanya 1.200 orang per hari.
Luhut mengatakan rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif untuk naik ke area stupa Candi Borobudur merupakan upaya pemerintah menjaga warisan budaya dunia tersebut.
“Candi Borobudur itu kan cagar budaya Indonesia yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna khususnya bagi umat Buddha dan kita umat manusia, penting bagi kita semua memberi perhatian khusus untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” kata Luhut. ***