JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang penceramah bernama Sofyan Chalid Ruray menyatakan cinta tanah air yang selama ini digaungkan sebagian pihak tak memiliki makna mutlak. Menurutnya, cintah tanah air yang benar adalah mencintai Makkah dan Madinah, bukan Indonesia.
Video cerama itu beredar di media sosial. Poskota menemukan rekaman pemuka agama yang lahir di Manado itu dalam Channel YouTube NUSANTARA SATU. Sofyan mengatakan cinta tanah air itu tidak memiliki esensi keimanan, tapi lebih kepada tabiat manusia.
Pasalnya, kata dia, non muslim pun mempunyai sikap yang sama dalam mencintai tanah air. Seakan tak mau disamakan dengan non muslim yang ia sebut sebagai kafir, Sofyan mengatakan bahwa keimanan itu harus bersandar pada Allah dan Nabi Muhammad SAW.
"Orang-orang kafir pun cinta Tanah Air. Apakah mereka kalau begitu juga memiliki sifat keimanan karena cinta Tanah Air? Tidak. Jadi sama saja dengan cinta harta. Cinta kehidupan kita. Diri kita. Itu sifatnya tabiat,” kata Sofyan, dikutip Kamis (5/5/2022).
Menurut Sofyan, cinta tanah air yang punya esensi keimanan adalah seorang muslim wajib mencintai Mekkah dan Madinah. Ia bahkan mengatakan seorang muslim harus mencintai dua kota tersebut melebihi rasa cintanya pada Indonesia. Ia beralasan bahwa Makkah dan Madinah adalah tempat yang dicintai Allah.
“Walaupun kita bukan penduduk Mekkah dan Madinah, kita cinta Mekkah dan Madinah, bahkan melebihi tanah kelahiran kita. Kenapa? Karena dua negeri itu dicintai Allah dan RasulNya. Itulah cinta bagian dari keimanan. Kenapa? Mengikuti kecintaan Allah dan RasulNya,” ujarnya ujarnya.
Pernyataan berikut adalah yang paling mencengangkan. Sofyan menegaskan bahwa mencintai Indonesia bukanlah bagian dari keimanan. Sebab, Indonesia kata dia bukan negara muslim.
Jika Indonesia adalah negara muslim, maka baru bisa disebut cinta tanah air yang masuk kategori keimanan.
“Apakah cinta tanah air kita bukan keimanan? Pada dasarnya bukan keimanan. Kecuali niat kita mencintai karena ini adalah negeri kaum muslimin. Negeri muslim. Oleh karena itu, semua negeri muslim kita cintai. Nggak ada bedanya. Kita lahir disitu atau tidak, nggak ada bedanya,” katanya.
Ia juga menyinggung soal Pancasila. Menurutnya, dalam kitab suci sama sekali tidak mewajibkan umat muslim untuk melafalkan teks pancasila. Andaipun ada dalil yang dikemukakan para pemuka agama, menurutnya itu adalah dalil palsu.
“Sama sekali nggak ada dalilnya. Dan bid’ah seperti ini mudah dikenali. Contohnya jamaah sekalian berdzikir kepada Allah dengan lafaz-lafaz yang diciptakan sendiri bukan dari Rasulullah SAW. Sama sekali lafaz-nya tidak ada dalil yang menunjukkan itu dzikir. Contohnya apa? Membaca Pancasila,” kata Sofyan.
Pembaca bisa menyaksikan cerama ustaz Sofyan Chalid Ruray di sini.(*)