JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Keinginan untuk kumpul keluarga saat lebaran menjadi harapan untuk mereka yang merayakannya.
Namun, keinginan itu terkadang terhalang karena adanya kegiatan atau aktivitas yang harus diselesaikan dahulu seperti yang dialami Eni (35), warga asal Cilacap, Jawa Tengah.
Wanita yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut, mengaku baru sempat mudik lebaran di hari keempat lebaran karena alasan pekerjaan.
"Baru bisa keluar dari kerjaan, makanya baru bisa pulang kampung sekarang," kata Eni kepada Poskota.co.id saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/5/2022).
Eni mengatakan, dirinya terpaksa keluar dari rumah majikannya karena sudah tidak lagi bekerja di sana. Dia mengaku hanya dua minggu diperbantukan sementara.
"Bos saya itu yang di Pluit butuh pembantu sementara, nah saya masuk tuh. Hari ini sudah selesai kerjanya," katanya.
Eni menjelaskan, uang hasil kerja selama kurang lebih tiga minggu itu kemudian dia gunakan untuk mudik lebaran.
Dia mengaku sudah sangat rindu dengan kampung halamam karena selama ini tidak bisa pulang kampung karena pekerjaan dan pandemi Covid-19.
"Sebenernya ditawarin lanjut kerja lagi, cuma saya gak mau, saya mau pulang kampung karena kemarin ga bisa pulang," ucapnya.
Tak ada persiapan khusus yang dibawa Eni saat hendak pulang kampung ke Cilacap. Dirinya hanya membawa pakaian dan juga ongkos untuk selama berada di sana.
"Belum tau juga sampai kapan di sana. Sampai puas lah baru balik ke Jakarta lagi, kerja lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Bus Kalideres, Revi Zulkarnaen mengatakan calon pemudik mulai mengalami penurunan pada H-1 menjelang lebaran.
Tercatat, pada H-1 lebaran yakni Minggu 1 Mei 2022, ada sebanyak 912 calon pemudik dengan total 117 kendaraan yang berangkat dari terminal bus Kalideres.
Angka tersebut berbeda jauh saat pada H-2 lebaran yakni pada Sabtu 30 April 2022 dengan angka penumpang sebanyak 2.983 orang dengan total 208 kendaraan.
"Saat ini sampai pukul 12 ada 115 penumpang yang berangkat dengan total 21 kendaraan," paparnya. (Pandi)