INGGRIS, POSKOTA.CO.ID – Sejumlah negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan NATO bersekutu untuk membantu Ukraina melawan Rusia. Salah satu bantuan yang diberikan adalah melalui dukungan militer.
Dikutip dari New York Times, Kamis (3/3/202), terdapat sejumlah negara yang memasok senjata untuk Ukraina. Berikut beberapa di antaranya:
- Belanda, yang mengirim pelontar roket untuk pertahanan udara militer Ukraina.
- Jerman, sebagai negara yang kalah di perang dunia 1 dan 2, mengirim stingers dan roket ke zona konflik.
- Estonia, negara yang berada di kawasan Baltik di Eropa Utara ini mengirimkan rudal anti tank Javelin.
- Latvia dan Polandia, sebagai negara tetangga Ukraina, mengirimkan rudal permukaan ke udara.
- Ceko membantu dengan mengirim senapan mesin, senapan sniper, pistol dan amunisi untuk Pemerintah Ukraina.
- Swedia dan Finlandia, negara lain yang sebelumnya, juga ikut membantu dengan mengirimkan senjata.
Bantuan dari NATO dan Uni Eropa yang disinyalir dilakukan untuk melakukan pertahanan, dianggap oleh beberapa orang justru akan memperluas area perang.
Selain itu, bantuan senjata ini dianggap sebagai strategi yang salah, karena akan membuat Rusia semakin intens dalam melakukan serangan balasan.
Sebelumnya, NATO berkomitmen untuk mengancam bahkan menghancurkan Rusia melalui dukungannya dengan Ukraina jika Putin terus melakukan serangan. Kurang lebih, hingga saat ini, sudah ada sekitar 20 negara anggota NATO dan Uni Eropa memasok senjata untuk melawan Rusia.
Dalam waktu yang sama, NATO juga memindahkan peralatan militer, dan juga 22.000 tentara ke negara-negara anggotanya. Negara yang dipilih NATO adalah negara yang berbatasan dengan Rusia dan Belarusia.
"Kami meningkatkan kehadiran di bagian timur aliansi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, mengerahkan Pasukan Respons Nato," ujar Jens Stoltenberg, Sekjen NATO, dalam konferensi pers pada 1 Maret 2022.(*)